BANGKATIMES.com, Pangkalpinang – Ahmad Firdaus, akrab disapa Daus, atlet pencak silat kelahiran Parit Lalang Kota Pangkalpinang pada tanggal 1 Januari 1992, tiba di kota kelahirannya pada Jumat, 29 September 2017, pekan lalu.

Kepulangannya ke Kota Pangkalpinang tentunya bukan sekedar silaturrahim ke kampung halaman, melainkan juga untuk mengisi materi sosialisasi ilmu kepelatihan yang digelar oleh Pengprov Persinas Asad Babel, Jumat 29 September-Minggu 1 Oktober 2017.

Daus merupakan alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang pernah sukses menyumbangkan medali emas pada ajang kompetisi internasional, yaitu ASEAN UNIVERSITY GAMES SINGAPORE 2016.

Daus sempat merasakan pengalaman ‘pahit’ sebelum prestasinya mendunia, yaitu ketika pelaksanaan ajang Kejurnas IPSI yang digelar pada tanggal 11 Mei-16 Mei 2014 silam.

Daus dilarang bertanding mewakili Kontingen IPSI DKI Jakarta karena dirinya masih dianggap sebagai atlet IPSI Babel, padahal ia telah terdegradasi dan akan digantikan oleh atlet lain dari daftar nama Atlit Babel, sebelum akhirnya Daus memutuskan untuk kuliah di UNJ.

Degradasi Daus dari daftar nama atlet Babel kala itu, karena prestasi Daus dipandang menurun sebab cedera bertanding.

Saat resmi berstatus Mahasiswa UNJ, Daus memulai kembali merintis karirnya sebagai Atlit Pencak Silat dari nol, berbekal pengalaman dan prestasi juara sejak SMP, latihan yang keras serta tekat yang kuat untuk menjadi “Sang Juara”, perjuangan Daus akhirnya terbayarkan dengan prestasi yang lebih baik.

Daus berhasil menorehkan prestasi-prestasi yang membanggakan sebagai atlit, diantaranya: meraih medali emas dalam ajang POMNAS 2013 di Jogja, meraih medali emas pada Kejurnas PPLM 2014 di Surabaya, meraih medali emas pada POMNAS 2015 di Aceh, dan puncaknya meraih medali emas pada ajang internasional Asean University Games Singapore 2016.

Menurut kesaksian Ismail,  Sekretaris Pengprov Persinas Asad Babel, saat Kejurnas IPSI 2014 digelar, IPSI Babel sebelumnya sering melihat prestasi Firdaus yang kembali pulih dan meningkat dengan pesat, akhirnya IPSI Babel mengklaim Firdaus sebagai atlet aset IPSI Babel dari IPSI DKI Jakarta.

Perebutan status atlet Ahmad Firdaus oleh dua IPSI Provinsi tersebut sempat membuat karir Firdaus terhenti, sebab ia berstatus ganda dan tidak bisa mewakili salah satu daerah sebagai seorang atlet.

Namun pengalaman pahit tersebut tidak menyurutkan sedikitpun semangatnya untuk terus maju dan mewujudkan impiannya sebagai atlet internasional kebanggaan Indonesia, dan mulai saat itu ia pun berusaha bangkit dari keterpurukan.

Tekat dan keyakinan yang kuat membuat Firdaus bangkit. Terbukti, pada tahun 2014, Daus berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Pencak Silat University Games.

Puncak prestasi Daus ialah saat mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Mahasiswa “Asean University of Singapore 2016″, dan ia berhasil meraih medali Emas setelah mengalahkan pesilat Thailand pada kelas F Putra.

ABDUL FAKIH

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda