BANGKATIMES, PANGKALPINANG – Memilih studi di luar negeri, memang perlu kesiapan. Terutama untuk pilihan studi di negara-negara yang mayoritas non muslim. Faktor makanan perlu disiasati agar terhindar dari sajian non halal.

Hal ini dikatakan Dedy Ramdani, Kepala Kantor Iernasional di Politeknik Manufaktur Timah, Bangka, ketika ditemui di DPRD Kepulauan Bangka Belitung, Kamis, 3 Januari 2018. Dedy hadir ke gedung wakil rakyat itu, untuk didengar pendapatnya dalam kaitan program magang yang saat ini dijalani mahasiswa asal Babel di Taiwan.

Dari informasi yang beredar beberapa hari belakangan, dikabarkan ada mahasiswa asal Indonesia yang terpaksa makan daging babi. Sesuatu yang tidak halal bagi umat muslim.

Dedy yang pernah 2 tahun tinggal di Taiwan, saat menempuh studi S2, mengatakan permasalahan makanan memang jadi problem yang harus diwanti oleh setiap orang yang berkuliah di luar negeri. “Mau di Taiwan, Jepang, Eropa, atau Amerika, yaa seperti ini masalahnya. Soal makanan,” ujar Dedy, ketika ditemui usai Rapat Dengar Pendapat DPRD Babel.

Dikatakannya, agar terhindar dari sajian non halal, harus bertanya terlebih dahulu kepada petugas di restoran. “Komunikasi penting sih. Mereka akan bantu. Karena kita Muslim, sebut saja ‘Wǒ shì mùsīlín. Wǒ bù chī zhūròu’ (saya muslim. Saya nggak makan babi), ke orang resto. Mereka gak akan sodor yang non halal,” kata Dedy.

Restoran di Taiwan, dikatakannya rata-rata juga menyajikan makanan vegetarian, yang bisa dikonsumsi orang Muslim. “Intinya sih, pada komunikasi saja,” ujarnya.

Terkait polemik yang menyebutkan adanya kerja paksa, Dedy menyebutkan sangat kecil kemungkinannya. Magang yang tak sesuai jurusan, juga tak perlu dirisaukan.

Dia yang selama berkuliah juga sambil magang kerja, bercerita kalau Kementerian Tenaga Kerja Taiwan, memberi izin kepada mahasiswa internasional untuk mendapat izin kerja yang dibatasi hanya 20 jam per minggu. “Itu waktunya dibatasi hanya 20 jam per minggu. Kita bisa part-time di situ. Saya dulu kerjanya malah di pabrik roti, nggak masalah,” kata Dedy.

DONNY FAHRUM

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda