BANGKATIMES, PANGKALPINANG – Masih bergantungnya kebutuhan pangan di Bangka Belitung dengan daerah lain dikhawatirkan bisa mempengaruhi pasokan dan harga bahan pokok di Bangka Belitung. Demi kelancaran, Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung akan melakukan pengawalan terhadap pendistribusian bahan-bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan ramadhan dan lebaran Idul Fitri 2018.

“Setiap hari kita lakukan pengawalan dan pengawasan agar bahan pokok yang masuk tidak terhambat. Kebutuhan bahan pokok di Bangka Belitung masih dipasok dari Palembang dan Jakarta. Pengawalan dilakukan hingga ketingkat pedagang dibawah agar distribusi tidak ada kendala,” ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bangka Belitung Ajun Komisaris Besar Indra Kismayadi dalam kegiatan stabilisasi pangan dan harga antara Satgas Pangan dan Distributor Pangan di Neptune Aroma Laut Pasir Padi Pangkalpinang, Senin, 7 Mei 2018.

Indra menuturkan pihaknya meminta birokrasi panjang yang dinilai tidak penting dan bisa menghambat distribusi bahan pokok di Bangka Belitung bisa dipangkas. Untuk itu, kata dia, peran stakeholder terkait mulai dari Pelindo dan Kesahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sangat penting membantu kelancaran bahan pokok yang akan masuk.

“Kalau bisa kapal dan kendaraan yang mengangkut bahan pokok bisa diprioritaskan sehingga tidak membuat pasokan terhambat dan barang busuk seperti bawang, cabai dan tomat,” ujar dia.

Menurut Indra, pihaknya sudah meminta komitmen para distributor dan pedagang untuk dapat menjual baan pokok tidak lebih dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Pihaknya, kata dia, tidak akan berkompromi dalam menindak distributor nakal yang berani menjual barang diatas HET.

“Sudah 14 perkara yang kita proses terkait masalah pangan. Semuanya sudah P21. Jadi sesuai arahan presiden, fokus kita untuk bulan ramadhan dan hari raya idul fitri ada dua, yakni kelancaran arus lalu lintas dan stabilisasi stok dan harga pangan,” ujar dia.

Wakapolda Bangka Belitung Komisaris Besar Tantan Sulistiana mengatakan pihkanya terus melakukan monitoring untuk setiap bahan pangan, termasuk ikan, bahan bakar minyak, gas elpiji dan yang lainnya.

“Kita terus mengingatkan semua pihak untuk bersama-sama membantu stabilisasi pasokan dan harga. Kalau ada keterlambatan atau persoalan administrasi usahakan diselesaikan. Penegakan hukum adalah opsi terakhir yang akan kita lakukan,” ujar dia.

Tantan menambahkan ada tim satgas gabungan yang setiap hari turun ke lapangan melakukan monitoring harga. Sebagai provinsi kepulauan, kata dia, distribusi dan kenaikan harga menjadi persoalan utama menstabilkan harga pangan.

“Kita akan melakukan rapat koordinasi lagi untuk pemantapan. Jadi jika ada kendala di lapangan semua bisa diselesaikan dengan cepat. Termasuk alur pendistribusian melalui jalur udara juga akan kita awasi,” ujar dia.

SERVIO MARANDA

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda