BANGKATIMES, MENDO BARAT – Sampai saat ini, belum ada Perda Kepemudaan di Kabupaten Bangka. Padahal UU Pemuda Nomor 40 sudah ditetapkan pada tahun 2009.

DPRD yang memiliki fungsi pembentukan perda mesti cermat membaca kondisi dilapangan. Para pemuda yang banyak memiliki kreativitas mesti didukung oleh pemerintah daerah.

Raperda Kepemudaan bisa masuk dari usulan eksekutif maupun inisiatif dewan itu sendiri.

“Kami sudah berkeliling di 15 desa yang ada di Mendobarat dan 4 desa di Merawang. Kawan–kawan pemuda curhat ke kita, kalau support pemerintah daerah terhadap pemuda belum optimal,” kata Bambang Ari Satria, Selasa, 8 Januari 2019.

Bambang yang adalah tokoh pemuda Mendobarat, lantas menawarkan gagasan dan solusi ini kepada para pemuda. Ke depan, mesti ada perda kepemudaan di Kabupaten Bangka.

“Ada beberapa anggota DPRD mengklaim pro pemuda dan siap jadi corong pemuda, namun sampai saat ini belum ada perda kepemudaan di Bangka, kan aneh,” imbuhnya.

Dikatakannya, dengan adanya perda kepemudaan, ada dua konsep besar untuk pemuda ke depan. Yakni penyadaran pemuda dan pemberdayaan pengembangan pemuda.

Programnya mulai dari temu ilmiah pemuda, pameran produk kreatif pemuda, festival pemuda, pelatihan kepemudaan, pengembangan kewirausahaan pemuda serta pengembangan kepemimpinan pemuda.

“Setelah ada perda kepemudaan, tentu DPRD perlu menggunakan fungsinya yang kedua. Yakni fungsi anggaran. Mesti ada intervensi anggaran untuk kegiatan kepemudaan di Kabupaten Bangka,” kata Bambang.

RELEASE

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda