BANGKATIMES.com, Pangkalpinang – Pernyataan Deddy Yulianto, anggota DPRD Kepulauan Bangka Belitung yang berniat memakzulkan Gubernur Erzaldi Rosman mendapat kritikan dari remaja zaman now, istilah yang dilekatkan untuk seseorang yang berusia remaja di masa sekarang.

“What the maksud of pemakzulan. Please yang jelas dong konteks apa dan kesalahan seperti apa. Bapak Anggota DPRD itu harus jelas dan clear suaranya. Kami mau dengar dan belajar lebih jelas seperti apa logikanya. Kalau cuma wacana sih, ya bingung juga,” kata Albert, remaja kelas XI di salah satu sekolah swasta di Pangkalpinang, ketika ditunjukkan tulisan yang memuat pernyataan Wakil Ketua DPRD Babel, Deddy Yulianto, Jumat, 9 Februari 2018.

Menurut remaja kelahiran tahun 2002 ini, dari apa yang dia ketahui tentang pemakzulan, tak mudah untuk menjatuhkan seorang kepala pemerintahan dari kursi kedaulatannya.

“Telinga saya lebih familiar dengan istilah impeachment. Kasus yang pernah saya baca itu pada Presiden Amerika, saya lupa namanya. Ada kasus besar Watergate, skandal yang menyita perhatian rakyat banyak di sana. Tentu itu kesalahannya yang demikian dahsyat, karena dari sejarahnya sampai ter-blow up berhari-hari,” tuturnya.

Karena itu, menurutnya sudah seharusnya detil demi detil kasus atau skandal besar apa yang pernah terjadi harus dijelaskan. “Kalau saya diminta pendapat, saya kira itu harus disebutkan dengan jelas kasusnya dulu. Kalau disebut besar, seberapa besar?” ujar remaja berkacamata minus ini.

Kritikan juga, disampaikan oleh Andre Pascal atau Andre Politik, remaja yang ngetop di Pangkalpinang, terutama pada kalangan orang-orang yang berusia diatasnya.

“Harus jelas pemakzulan terhadap Erzaldi itu sebagai gubernur atau ketua partai?” kata Andre.

Dia menyanyangkan pernyataan yang dilontarkan Wakil Ketua DPRD Babel, Deddy Yulianto itu sebagai pernyataan yang disebutkannya tak lebih pintar dari anak yang berada di bawah usianya.

“Saya sebagai pemuda dan masyarakat merasa malu dan sedih atas peryataan sikap Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung bpk Dedy Yulianto. Menurut saya, pemakzulan terhadap gubernur tidak mudah, banyak prosedur yang harus dilalui. Seandainya presiden pertama Soekarno masih hidup pasti beliau menangis,” kata Andre.

Bahkan Andre bercuriga, ada maksud lain dari pernyataan tersebut. “Ku tahulah beliau nek ngenaik (mau menaikkan -red) popularitas. Tapi salah caranya,” ujar Andre.

Dikutip dari babelpos.co pada Jumat, 9 Februari 2018, lontaran Deddy Yulianto tersebut disampaikan dalam diskusi sebuah grup WhatsApp.

“Ya, benar (impeachment. red). Karena kita melihat dari sisi kebijakan-kebijakan beliau, seperti ASN, PNS, ini kami anggap sangat mengganggu jalannya pemerintahan. Makanya akan kita gulirkan impeachment ini,” kata Deddy melalui sambungan telpon, kepada wartawan.

Deddy beralasan bahwa selama ini ia menganggap kebijakan-kebijakan Erzaldi tidak mendukung masyarakat, ada yang melanggar hukum, melawan perlawanan hukum. Namun Deddy sendiri tidak menjelaskan rinci apa yang ia maksud.

DONNY F

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda