BANGKATIMES, PANGKALPINANG – Beredarnya video yang berisikan seorang pemuda yang mengolok-olok ayat Al-Qur’an, membuat Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung lekas bertindak. Tak butuh waktu lama, pelaku pun segera diamankan.

Pelaku, berinisial DRL, 26 tahun, warga Dusun Sungai Tanggok, Desa Sekar Biru Kecamatan Parit Tiga, Bangka Barat, disangkakan telah melakukan tindak pidana penistaan agama Islam. DRL pada Senin, 8 April 2019 sore, merekam dirinya dan mengolok-olok AI Qur’an surat Ad-Dhuha dan mengumandangkan Adzan yang diubah dengan bahasa Indonesia kemudian membagikan Re Group WhatsApp (WAG) SMK N 4 Tahun 2011/2012. Tindakannya itu memancing kemarahan sejumlah ormas.

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigadir Jenderal Istiono mengatakan tindakan segera mengamankan pelaku ke Polda Babel, untuk mencegah terjadinya tindakan yang tak diinginkan dari massa yang geram atas tindakan pelaku. Terlebih, untuk memudahkan proses perampungan penyidikan, karena sejunlah saksi berada di Kota Pangkalpinang.

“Setelah mengetahui kejadian, saya perintahkan Polsek Jebus tindaklanjuti dengan langsung tangkap dan tindak tegas. Langsung malam itu juga dibawa ke Polres dan diperiksa, dan setelahnya kasusnya dibawa ke Polda,” kata Kapolda, Selasa, 9 April 2019, kepada sejunlah wartawan.

Dikatakan Kapolda, pelaku dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. “Tersangka kita lakukan penahanan,” kata Kapolda.

Dari tangan pelaku, disita satu unit HP merk Samsung tipe 12 Prime warna hitam, serta sehelai baju warna hitam merk Megative bertuliskan Brooklyn yang dipakai tersangka saat mengupload video. Turut diamankan pula 2 buah topi berlogo Tut Wuri Handayani, 2 buah raket merk merk Super Morris, 1 buah papan tulis warna putih, 1 buah ikat pinggang berlogo OSIS, 1 gulungan kabel warna hitam dan putih, dan 1 helai baju warna hitam Iis biru merk Veet, yang terdapat di kamar tersangka.

Dari pemeriksaan terhadap pelaku, terungkap pula fakta, kalau pelaku adalah resedivis kasus pengeroyokan yang baru keluar dari Lapas pada bulan Desember 2018 lalu.

Sejauh ini, penyidik Polda Babel sudah memmeriksa lima orang saksi, ditambah keterangan dari ahli ITE, MUI, dan ahli pidana.

Sementara itu, sebelumnya terlihat pula beberapa perwakilan ormas yang mendatangi Polda Babel untuk memastikan proses penyidikan. “Status pelaku sudah tersangka dan kita lakukan penahanan. Kami minta bapak-bapak bisa meredam. Bapak Kapolda sudah mengetahui dan langsung memerintahkan petugas turun ke lapangan,” kata Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda Babel, Ajun KOmisaris Besar Indra Krismayadi, kepada sejumlah massa.

DONNY FAHRUM

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda