BANGKATIMES, PANGKALPINANG – Usulan penangguhan penahanan oleh Ramli Aruan, 31 tahun, oknum pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bangka yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) karena memeras wajib pajak disetujui oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala Subdit III Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Ajun Komisaris Besar Slamet Ady Purnomo membenarkan adanya penangguhan penahanan tersangka Ramli. Pertimbangan kepolisian, kata dia, karena selama menjalani pemeriksaan tersangka kooperatif dan adanya jaminan dari pihak keluarga. Selain itu, tersangka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Memang sudah disetujui penangguhan penahanannya sejak Rabu, 2 Mei 2018 lalu. Penangguhan diberikan karena ada usulan permohonan penangguhan dan jaminan dari pihak keluarga yang menjamin tersangka tidak akan melarikan diri,” ujar Slamet kepada BANGKATIMES, Rabu, 9 Mei 2018.

Slamet menuturkan pertimbangan lain diberikan penahanan terhadap Ramli karena yang bersangkutan akan menjalani pemeriksaan khusus dari instansi tempat Ramli bekerja. Sedangkan untuk kelengkapan perkara, saat ini berkas sudah tahap satu.

“Meski ada penangguhan penahanan, tersangka tetap kita kenakan wajib lapor dua kali dalam satu minggu,” ujar dia.

Kepala KPP Pratama Bangka Dwi Haryadi mengatakan anak buahnya sudah diperiksa oleh tim dari pusat. Namun untuk pemeriksaan intensif dari pimpinan, akan dilakukan secepatnya.

“Dalam waktu dekat secara internal akan melakukan pemeriksaan. Kali ini yang memeriksa adalah jajaran pimpinan di KPP Pratama Bangka. Kita agendakan secepatnya agar pemeriksaan bisa segera dilakukan,” ujar dia.

Dwi menambahkan saat ini Ramli Aruan masih menjalani skorsing dan belum masuk kerja meski sudah dilakukan penangguhan penahanan.

“Skorsing baru berakhir jika ada penghentian perkara atau adanya keputusan hakim yang berkekuatan hukum tetap,” ujar dia.

Ramli Aruan yang bertugas dibidang account representatif KKP Pratama Bangka ditangkap usai menerima uang dari wajib pajak perusahaan di Bangka Original Cafe (BOC) Senin, 9 April 2018 lalu. Saat akan ditangkap, pelaku sempat melarikan diri dan terjadi kejar-kejaran dengan polisi. Namun berkat kesigapan polisi, pelaku berhasil ditangkap dengan barang bukti yang diamankan uang Rp 50 juta, dua unit handphone, sejumlah kartu kredit dan satu unit mobil Toyota Rush berwarna hitam dengan pelat nomor BN 2219 FB.

SERVIO MARANDA

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda