BANGKATIMES, JAKARTA – Bersahabatlah dengan pejabat yang tak lagi menjabat. Sebab tiada lagi batas sekat. Juga lebih leluasa bertemu setiap saat. Terlebih, tiada yang curiga dengan menatap lekat. Karena menjadi sahabat memang bukan atas dasar asas saling manfaat. Tulus itikad, dengan lurus niat.

Pola bersahabat dengan terus terjalin erat, tercontohkan pada relasi antara Harmoko dan Ahmadi Sofyan. Iya, betul. Anda benar, bila langsung merujuk pada sosok Menteri Penerangan di masa Orde Baru. Memang Harmoko itulah yang dimaksud.

Di masa pemerintahan Presiden Soeharto, sosok yang akrab dengan frasa ‘menurut petunjuk Bapak’, itu sangat ngetop. Wajahnya saban hari muncul di televisi. Harmoko hadir menjadi corong, jadi juru bicara pemerintah, di depan para pemburu berita.

Tapi tak banyak yang tahu. Di balik kesibukannya dulu, Harmoko masih sempat mendirikan dan mengurus Pondok Pesantren Modern Al Barokah, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Di pondok inilah relasi persahabatan dengan Ahmadi Sofyan yang kala itu masih remaja, bermula. Bahkan, untuk beberapa saat, Ahmadi sempat tinggal di kediaman Harmoko di sana.

“Semasa jadi santri, entah kenapa saya bisa jadi akrab sama beliau. Hingga sekarang,” kata Ahmadi, Jumat, 9 September 2018.

Karena atas dasar kedekatan itu pula, Harmoko melalui Aliman -ajudan pribadinya-, melayangkan pesan pribadi kepada Ahmadi. Memberi kabar kalau saat ini sedang terbaring sakit. Dirawat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Kabar yang disampaikan satu hari sebelumnya itu, membuat Ahmadi segera bergegas ke Jakarta. Menjenguk tokoh yang kini sudah berusia senja, 79 tahun, itu.

“Melihat saya datang membesuk di Medistra, Alhamdulillah beliau masih mengenal wajah saya, dan senyum sumringah,” kata Ahmadi.

Menjadi lebih istimewa, sebab Harmoko yang saat itu berbaring, bergegas memberi isyarat kepada Aris, asistennya saat itu, untuk dipapah duduk di kursi.

“Beliau sudah agak susah bicara. Tapi Beliau sudah agak susah bicara, tapi senyum dan wajah beliau tak berubah seperti beliau dulu masih jadi Menteri Penerangan RI atau Ketum Golkar,” kata Ahmadi.

Keakraban dan nostalgia layaknya sahabat yang telah lama tak bersua, pun terjadi. Beberapa kali, Harmoko nampak tersenyum. Terutama saat Ahmadi menirukan canda khas Harmoko dulu, ketika mencandainya waktu semasa sekolah di Nganjuk, Jawa Timur.

Menimpali obrolan, acungan jempol pun diperlihatkan, oleh pria yang pernah menjabat Ketua MPR RI, itu.

“Tadi saya mendoakan kesembuhan beliau. Moga segera pulih dan sehat seperti sedia kala. Dan, ternyata beliau balik mendoakan saya ketika tahu langkah saat ini yang sedang ditempuh. Itu yang bikin saya terharu,” kata Ahmadi.

DONNY FAHRUM

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda