BANGKATIMES.com, Pangkalpinang – Perangkat daerah di lingkungan Pemprov Babel menyikapi secara cepat instruksi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman terkait penanganan banjir. Dinas PUPR provinsi pun turun langsung untuk melihat kondisi kerusakan infrastruktur di lapangan.

Saat ini terdapat beberapa ruas jalan tergenang air. Tak hanya itu, terdapat juga jembatan yang mengalami kerusakan, sehingga truk dan kendaraan berkapasitas tinggi lainnya, belum diperbolehkan melintas.

Saat ini, di Kabupaten Bangka Barat Kampung Ulu, Ciulong, Tanjung dan Belo Laut, masih digenangi air.

Gubernur Erzaldi mengatakan, sudah ada upaya penanganan banjir di Muntok,  Bangka Barat. Diinstruksikan ke pejabat terkait agar cepat melakukan penanganan banjir ini.

“Dinas PUPR provinsi mendata mengenai kerusakan infrastruktur. Perbaikan infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah pusat akan langsung dilaporkan, sehingga cepat ditangani,” papar Gubernur Erzaldi, Minggu, 11 Maret 2018 pagi.

Kejadian banjir ini mendapat perhatian serius Gubernur Erzaldi. Setiap kerja perangkat daerah dalam melakukan penanganan banjir secara langsung dimonitoring. Terdapat beberapa foto lokasi dan kerusakan infrastruktur sudah disampaikan ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

Noviar Ishak Kepala Dinas PUPR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, untuk wilayah Kabupaten Bangka Barat di ruas jalan nasional Pangkalpinang Muntok, ada satu lajur jalan roboh tergerus air. Jembatan di Pal 6 (Kadur), jembatan lama putus, jembatan baru longsor setengah kena air, namun masih bisa dilalui kendaraan bergiliran.

Bagian jalan yang mengalami kerusakan ini sudah masuk dalam program kegiatan APBN. Ia menambahkan, rencananya akan dilakukan pengerjaan tahun ini juga, karena sudah masuk proses kontrak kerja. Ada juga ruas jalan kabupaten, di Desa Air Putih dalam kota Muntok putus, gorong-gorong ambles dan ini ditangani PU Babar.

“Kalau dalam kota, langganan banjir, daerah Culong, Kampung Ulu dan Tanjung. Penyebabnya, curah hujan tinggi dan terbatasnya daya tampung sungai terhadap limpahan air dari daerah hulu,” jelas Noviar.

Source: infogubernur.babelprov.go.id

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda