BANGKATIMES.com, Bangka Tengah – Banjir kerap melanda kawasan Nibung, Kabupaten Bangka Tengah. Akibatnya, ruas jalan utama yang menghubungkan Bangka Tengah ke Bangka Selatan, praktis terganggu. Tak cuma terjadi kemacetan, luapan air yang menggenangi juga menjadi sebab tersendatnya distribusi bahan kebutuhan pokok. Butuh penanganan ekstra untuk mengatasi akar masalah penyebab banjir di sana.

Sebenarnya, sumber penyebab banjir di Nibung ini mudah dicari. Adanya aksi brutal penambangan timah ilegal di area tersebut, telah meluluhlantakkan kawasan hulu sungai Nibung dan radius berkilo-kilometer di sekitarnya. Para penambang beramai-ramai mencaplok kawasan bekas tambang peninggalan PT Kobatin tersebut.

Jawaban untuk penanganan itu, juga terbilang mudah, segampang menyebut sumber sebabnya. Yakni, dengan cara membenahi segera kawasan tersebut.

Namun, Satuan Kerja SNVT Pelaksana Pengolahan Sumber Daya Air ( SDA) Sumatera VIII yang menangani pemulihan kawasan tersebut, terkendala. “Di hulu sungai Nibung kami dapati banyak penambangan. Kemudian, di bagian tengah, juga ada. Luapan aliran sungai yang rusak akibat tambang inilah yang menjadi masalah banjir,” kata Abdul Roni, Kepala Satker SNVT Pelaksana Pengolahan Sumber Daya Air ( SDA) Sumatera VIII Kepulauan Bangka Belitung, ketika dihubungi Minggu, 11 Maret 2018 sore.

Dengan adanya penambangan tersebut, dikatakannya praktis membuat kelayakan untuk adanya aktivitas pekerjaan perbaikan, tak dapat dilakukan.

Terlebih, status lahan juga masih tercatat sebagai aset PT Kobatin, yang sudah berhenti beroperasi sejak beberapa tahun lalu.

DONNY FAHRUM

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda