BANGKATIMES.com, Pangkalpinang – Deputi Bank Indonesia, Rosmaya Hadi melihat ada beberapa hal yang harus perhatikan untuk terus memajukan perekonomian di wilayah Provinsi Bangka Belitung.

“Kami melihat ada tiga tantangan yang benar menjadi fokus tantangan Bangka Belitung kedepannya. Pertama yaitu ketergantungan yang cukup tinggi pada sektor utama terutama pertambangan khususnya komoditas timah. Kedua yaitu rendahnya daya dukung infrastruktur dan pengembangan kawasan untuk mendukung pariwisata. Dan ketiga adalah permasalahan tata niaga dan distribusi komoditas bahan pangan,” papar Romaya Hadi saat memeberikan kata sambutan Serah Terima Jabatan Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Bangka Belitung di Ballroom I Novotel, Jum’at 12 Januari 2018.

IMG-20180112-WA0090

Rosmaya Hadi mengatakan ketiga sektor tersebut akan sangat mempengaruhi laju kembangnya perkenomian yang ada di Bangka Belitung. “Semuannya berkesinambungan dan dampaknya langsung ke masyarakat sendiri,” jelasnya.

Untuk itu sebagai bentuk antisipasif serta sebagai upaya mendukung laju pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung kedepannya Bank Indonesia membidik tiga potensi yang harus dikembangkan secara maksimal.

“Pertama, pengembangan di industri pariwisata melalui pengembangan kawasan ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Belitung yang merupakan salah satu dari 10 destinasi wisata unggulan yang perlu di jual dan dipromosikan dengan baik,” kata Rosmaya Hadi.

Lanjut Rosmaya Hadi, Bangka Belitung merupakan daerah kepulauan yang memiliki potensi kelautan yang cukup besar dan berkualitas ekspor. “Perlu pengembangan industri pengelolahan ikan,” jelasnya.

Terakhir, kata dia, perlunya pembenahan di sektoral tata niaga komoditas bahan pangan strategis. “Perlu mengembangkan jaringan distribusi terintegrasi mulai dari di daerah sentra produksi hingga ke daerah tujuan pasar,” tutup Rosmaya Hadi.

RIZKY SADEWA

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda