BANGKATIMES.com, Merawang – Jempol layak diacungkan kepada PT Putraprima Mineral Mandiri. Tak perlu gembar-gembor dengan janji-janji akan mendirikan pabrik pemurnian zircon, elminit, dan mineral ikutan hasil penambangan timah lainnya, perusahaan ini melangkah lebih jauh. Di lahan seluas sepuluh hektar, di kawasan Desa Mudel, Merawang, Bangka, pabriknya segera berdiri.

Peletakan batu pertama oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, pada Senin, 12 Februari 2018, menandai pendirian pabrik dengan nilai total investasi hingga tiga triliun rupiah, itu.

Direktur Utama PT Putraprima Mineral Mandiri, Mayjen TNI (Purn) Halim Hermanto dalam sambutannya yang diwakili oleh Adi Santosa, mengatakan ketertarikan perusahaan untuk berinvestasi di Bangka, setelah melihat sangat banyak sisa pemurnian logam timah yang belum termanfaatkan.

“Dengan hadirnya pemurnian dari pabrik ini nantinya, kami PT Putraprima Mineral Mandiri berharap dapat menambah industri ekstraktif metalurgi, serta membuka lapangan kerja dan dapat menambah Pendapatan Asli Daerah. Semoga ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Bupati Bangka, Tarmizi Saat menyambut hangat atas hadirnya investasi dari PT PMM di Kabupaten Bangka.

“Terima kasih kepada PT PMM yang telah mempercayakan lokasi pemurnian zircon ini berada di Kabupaten Bangka. Kami berjanji, jalan masuk ke sini akan dikeraskan dan dihitamkan (pengaspalan -red),” ujar Tarmizi.

Gubernur Erzaldi Rosman dalam sambutannya, mengatakan hadirnya pabrik pemurnian zircon dan minerla ikutan lainnya, merupakan kombinasi gabungan dari kekuatan modal dan teknologi. “Investor yang ini bawa modal dan berikut teknologinya yang dibawa,” kata Erzaldi.

“Hari ini saya berterimakasih kepada Pak Adi Santosa. Keinginan kita satu, kita tidak mau lagi mengirimkan mineral ikutan ini ke luar negeri. Itu nilai tambah yang mendapatkannya orang luar, bukan kita. Hari ini peletakan batu pertama, ada pabrik pengoalahannya di sini,” ujarnya.

Edi Sunanta, salah seorang direktur di PT PMM kepada BANGKATIMES mengatakan dalam waktu kurang dari dua tahun setelah peletakan batu pertama, pabrik akan selesai dibangun. “Kita mulai dari pembangunan pabrik di enam hektar dulu, dari sepuluh hektar yang kita siapkan,” kata pria yang akrab disapa Bonger tersebut.

DONNY FAHRUM

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda