BANGKATIMES.com, PANGKALPINANG – Sidang kepemilikan zircon ilegal yang menghadirkan terdakwa Direktur PT Indorec Sejahtera Ho Apriyanto alias Antoni telah memasuki persidangan keempat, pada Senin, 11 Maret 2019 di Pengadilan Negeri Pangkalpinang. Dalam persidangan itu, terungkap kalau terdakwa tak memiliki saksi a de charge atau saksi meringankan untuk dihadirkan ke persidangan dalam rangka membantu pembelaan atas dakwaan yang ditujukan kepadanya.

“Apakah Saudara akan ada menghadirkan kesaksian meringankan?” tanya ketua majelis hakim, Corry Oktarina, sebelum menutup persidangan. Sejurus kemudian terdakwa Antoni pun menjawab. “Tidak ada,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, dalam agenda persidangan hari itu, Jaksa Penuntut Umum, Hidayati menghadirkan dua kesaksian ahli. Ahli pertama yang memberi kesaksian adalah Surono, dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam kesaksiannya, Surono mengatakan setiap orang atau badan usaha yang melakukan penambangan, penampungan, pengolahan dan pemurnian bahan mineral tambang, wajib mengantong Izin Usaha Pertambangan. Terutama harus memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Khusus (IUP – OPK). Dia mengatakan sama sekali tidak mengetahui soal perizinan IUP OPK dari PT Indorec Sejahtera.

Adapun kesaksian ahli Adi Azhari dari Kementerian Hukum dan HAM, dibacakan kesaksian tertulisnya, yang sebelumnya telah memberikan keterangan dibawah sumpah.

Adi mengatakan subjek hukum adalah bisa merujuk pada orang perorangan, badan usaha, dan koperasi serta pengurusnya. Mencermati tindakan Ho Apriyanto selaku dewan direksi, telah bertindak aktif tanpa melibatkan dewan komisaris. “Maka subjek hukum dalam tindak pidana ini adalah merujuk pada pertanggungjawaban perseorangan, dalam hal ini adalah Saudara Ho Apriyanto,” kata Adi, dalam keterangan tertulisnya yang dibacakan JPU Hidayati.

Kemudian, berdasarkan pasal 146 Undang-undang Nomor 50 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, direksi adalah organ perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan. Untuk kepentingan perseroan tersebut dengan maksud dan tujuan perseroan, serta mewakili perseroan baik di luar maupun di dalam pengadilan sesuai dengan anggaran dasar.

“Pertanggungjawaban pidana dilakukan Ho Apriyanto yang bertindak atas namanya sendiri,” kata JPU Hidayati, membaca keterangan tertulis ahli Adi.

Sidang akan dilanjutkan pada Kamis, 14 Maret 2019 dengan agenda mendengarkan satu lagi kesaksian ahli yang dihadirkan JPU.

Ho Apriyanto alias Antoni dihadirkan ke meja hijau, karena PT Indorec Sejahtera yang dipimpinnya telah membeli, menampung dan mengolah mineral ikutan berupa zircon, elminite dan monazite secara ilegal sejak Juni 2018.

DONNY FAHRUM

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda