BANGKATIMES, PANGKALPINANG – Tertangkapnya salah satu oknum petugas Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bangka karena memeras wajib pajak senilai Rp 50 juta oleh anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung, Senin, 9 April 2018 lalu menjadi perhatian serius Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumsel-Babel M Ismiransyah M Zain. Ismiransyah meminta maaf kepada masyarakat atas perbuatan anak buahnya sehingga kena Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Saya mohon maaf kepada masyarakat atas kejadian ini. Saya tidak maksimal melakukan kontrol karena memang ada keterbatasan. Total pegawai kita yang mencapai 44 ribu orang dan di Bangka ada beberapa ratus orang sehinga pengawasan sedikit tidak maksimal,” ujar Ismiransyah kepada wartawan usai bertemu dengan penyidik Ditkrimsus Polda Bangka Belitung, Kamis, 12 April 2018.

Ismiransyah menyerahkan proses hukum anak buahnya tersebut ke kepolisian. Pihaknya mengapresiasi pihak penyidik yang sudah melakukan proses tahapan hukum yang sudah sangat baik. Terkait status oknum tersebut secara kepegawaian, nanti akan disesuaikan dengan PP 53.

“Pemeriksaan dan proses sanksi internal kepada oknum pegawai pajak tersebut akan dilakukan oleh kantor pusat. Namun pemberian sanksi disesuaikan dengan PP 53. Meminta sesuatu kepada wajib pajak hukumannya sudah masuk klasifikasi berat. Diakan tidak masuk karena ditahan. Otomatis prosesnya berjalan,” ujar dia.

Ismiransyah menuturkan kejadian tersebut tidak akan mengganggu kinerja dan pelayanan di KPP pratama Bangka. Dia justru meyakinkan kinerja anak buahnya yang lain semakin meningkat karena dirinya memberi semangat dan penguatan kepada pegawai lain agar meningkatkan kinerja lebih baik lagi.

“Saya berjanji pengawasan kedepan terhadap kinerja pegawai pajak akan ditingkatkan lagi. Pegawai kita juga memiliki prestasi dengan menyelamatkan uang negara mencapai Rp 1,246 triliun. Tolong wartawan ini merupakan perbuatan oknum. Bukan institusi. Sistem di kita sudah baik dan tidak ada salah. Namun sepertinya ada celah diareal luar yang dimanfaatkan oknum tersebut,” ujar dia.

Sementara itu pihak Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung belum memberikan pernyataan lengkap terkait kasus tersebut. Direktur Ditreskrimsus Komisaris Besar Mukti Juharsa saat dihubungi wartawan menolak untuk diwawancarai. Tiga hari upaya wartawan melakukan konfirmasi juga belum ada keterangan yang diperoleh.

“Masih didalami (perkara) itu. Nanti saja ya (wawancaranya),” ujar dia.

SERVIO MARANDA

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda