BANGKATIMES, PANGKALPINANG – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung terhadap RA, 31 tahun, pegawai bagian account representatif Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Bangka diketahui terkait dengan pajak salah satu perusahaan di Bangka. Turut diamankan uang senilai Rp 50 juta yang diduga hasil memeras wajib pajak perusahaan tersebut.

Salah seorang sumber membenarkan jika uang Rp 50 juta yang disita tersebut hasil memeras wajib pajak perusahaan. Selain uang, turut diamankan 1 unit mobil Toyota Rush berwarna hitam dengan pelat nomor BN 2219 FB, kartu taspen, kartu debet visa, kartu debet BRI, kartu paspor BCA, kartu RSBT yang semuanya milik RA.

IMG-20180412-WA0067_crop_900x600-01

“Kasus tersebut bermula saat kepolisian menerima informasi upaya pemerasaan terhadap salah satu wajib pajak perusahaan. Berdasarkan laporan tersebut polisi langsung melakukan penyelidikan dan diketahui tersangka sedang bertransaksi di Bangka Original Cafe (BOC) yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kota Pangkalpinang sekitar pukul 13.00 WIB,” sumber tersebut kepada wartawan, Kamis, 12 April 2018.

Diceritakan sumber tersebut, oknum tersebut sempat didekati petugas akan masuk ke mobilnya. Namun tersangka langsung kabur menghindari petugas.

“Beberapa ratus meter dari BOC, tepatnya didepan Warung Makan Ayam Teriak, pelaku berhasil ditangkap. Ditemukan uang pecahan Rp 50 ribu senilai puluhan juta didalam amplop cokelat yang dibungkus dalam map berwarna merah. Ada juga uang tercecer di jalan karena amplop cokelat itu sudah robek,” ujar dia.

Direktur Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung Komisaris Besar Mukti Juharsa belum bisa memberikan keterangan banyak dengan alasan kasus tersebut masih proses pendalaman pihaknya. Namun dia membenarkan bahwa ada penangkapan oknum pegawai pajak pratama Bangka.

“Masih didalami (perkara) itu. Nanti saja ya lengkapnya. Kebetulan masih mendampingi kapolda ke Belitung,” ujar dia.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumsel-Babel M Ismiransyah M Zain mengatakan pihaknya prihatin atas kasus tersebut dan meminta maaf kepada masyarakat atas perbuatan anak buahnya sehingga kena OTT.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat atas kejadian ini. Saya tidak maksimal melakukan kontrol karena memang ada keterbatasan. Kita menyerahkan sepenuhnya proses hukum oknum tersebut ke kepolisian. Kita juga mengapresiasi pihak penyidik yang sudah melakukan proses tahapan hukum yang sudah sangat baik,” ujar dia.

Ismiransyah menambahkan pihaknya mengimbau kepada wajib pajak untuk tidak meminta bantuan kepada pegawai pajak untuk mengurus atau membayar kewajiban pajak. Apalagi sampai mengiming-imingi anak buahnya dengan sesuatu.

“Silakan wajib pajak mengurus dan membayar pajak sendiri sesuai dengan prosedur yang ada. Jangan nitip-nitip ke pegawai,” ujar dia.

SERVIO MARANDA

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda