BANGKATIMES.com, Pangkalpinang – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung melakukan penahanan terhadap WC yang merupakan pimpinan Bank Artha Graha Kantor Cabang (KC) Pangkalpinang. WC ditahan bersama dengan tiga orang anak buahnya W, R, E karena diduga melakukan pemalsuan data dan laporan fiktif dana nasabah.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bangka Belitung Komisaris Besar Mukti Juharsa mengatakan penahanan terhadap empat orang tersangka tersebut untuk keperluan penyidikan karena dikhawatirkan para tersangka akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

“Sudah kita lakukan penahanan terhadap empat orang pimpinan beserta team leader dan karyawan Bank Artha Graha hari ini. Keempatnya ditahan di Mapolda untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujar Mukti kepada BANGKATIMES, Selasa, 13 Maret 2018.

Menurut Mukti, kasus tersebut bermula dari laporan nasabah yang merasa dirugikan karena jumlah uang yang tersimpan saat membuka rekening bank untuk pembayaran uang muka berkurang. Selain itu dalam audit internal perusahaan juga mengindikasikan ada kekurangan.

“Ada 70 lebih nasabah yang dirugikan. Dalam audit internal mereka ditemukan adanya laporan palsu dan fiktif dalam transaksi yang terkait dengan debitur nasabah. Akibat perbuatan para tersangka timbul kerugian sekitar Rp 316 juta,” ujar dia.

Modus para tersangka, kata Mukti, adalah dengan menerbitkan surat pelunasan DP nasabah yang sebelumnya memang sudah dipotong oleh para tersangka. Tindak kejahatan tersebut sudah dilakukan para tersangka sejak Maret 2017 hingga sekarang.

“Nasabah yang menyetor misalkan Rp 6 juta, tapi yang disetor ke perusahaan hanya Rp 4 juta atau Rp 5 juta. Namun mereka membuat surat seolah-olah pelunasan ke perusahaan. Faktanya nasabah menemukan adanya pengurangan dalam rekening mereka,” ujar dia.

Mukti menambahkan para tersangka tersebut dijerat dengan pasal 49 Undang-Undang nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan Undang-Undang nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

“Tersangka yang sudah ditahan ini akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kita juga melakukan pengembangan kasus tersebut untuk menemukan kemungkinan adanya tersangka baru,” ujar dia.

SERVIO MARANDA

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda