BANGKATIMES, Pangkalpinang – Gunung Mangkol memang tinggi. Tinggi bukan oleh angka 395 meter dari permukaan laut di titik puncaknya. Tapi, tinggi lebih karena sebab tingkat kerusakan pada kawasan yang berstatus Taman Hutan Raya (Tahura) itu. Jelas memprihatinkan dan butuh perhatian.

Secara kasatmata, tingginya tingkat kerusakan di kawasan Gunung Mangkol, yang menjadi hulu dari Sungai Rangkui dan Sungai Pedindang yang mengalir di Kota Pangkalpinang itu, terlihat dari area hutannya yang menggundul. Areal perpohonan yang mestinya bisa menahan air, banyak dibabat, bersalin rupa menjadi kebun-kebun lada milik warga. Belum lagi, rakusnya anak manusia yang karena lebih dari sekedar urusan perut, tega mengeksploitasi kaki gunung dengan aktivitas pertambangan ilegal untuk mengeruk timah. Aktivitas ini berlangsung sekian lama.

Karena itu, membenahi kawasan Gunung Mangkol, merupakan langkah massif dan terencana yang harus terus digerakkan. Tak cuma untuk mengantisipasi hadirnya bencana banjir. Sekaligus juga, sebagai upaya memberi warisan keindahan alam bagi generasi mendatang. Kawasan yang memberi nostalgia bagi banyak orang ini, harus kembali indah seperti sediakala.

Langkah aksi keroyokan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Kehutanan, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, BKSDA, Yayasan Gunung Mangkol Lestari, ALOBI, Pramuka, Gemabudhi, kepolisian, TNI, dan beberapa elemen masyarakat lainnya untuk membenahi Mangkol, patut diapresiasi. Sabtu, 12 Mei 2018 pagi, bersama Gubernur Erzaldi Rosman Djohan, dilakukan penghijauan di areal Tahura Gunung Mangkol.

20180512_103104_crop_900x600-01

Di areal Tahura Mangkol yang berada di kawasan Bukit Pauh, pagi itu peserta penghijauan menanam ratusan bibit nyatoh, dari keseluruhan belasan ribu bibit yang di blok rehabilitasi nyatoh. Ke depan, akan ada juga blok durian, blok pelawan, juga blok sisil yang buahnya menjadi makanan bagi banyak hewan. Bibit tanaman didapat dari aktivitas pembibitan yang sudah satu tahun ini dilakukan Yayasan Gunung Mangkol Lestari.

Screenshot_20180513-154846_crop_900x600-01

Tak cuma menanam, kegiatan pagi itu dilakukan juga dengan pelepasan ratusan ekor burung untuk menambah meriahnya kicauan burung yang ada di Mangkol. Juga, sekaligus pengukuhan Forum Peduli Mangkol. Keberadaan forum ini, nantinya yang bersama Dinas Kehutanan, akan aktif menjaga Gunung Mangkol dari aksi perusakan.

Ketua Yayasan Gunung Mangkol Lestari, Djohan Riduan Hasan mengatakan kegiatan penghijauan yang dilakukan bersama-sama dengan melibatkan banyak pihak merupakan sebuah upaya bersama dalam menyelamatkan lingkungan. “Ini memotivasi kita semua untuk menjaga alam menjadi lebih baik. Ini harus terus berkelanjutan dalam rangka kita menjaga Mangkol. Gunung Mangkol butuh perhatian kita semua,” ujar peraih penghargaan Kalpataru kategori Perintis Lingkungan dari Presiden RI tahun 2010 lalu.

20180512_090753_crop_900x600-01

Gubernur Erzaldi Rosman Djohan, secara khusus meminta kepada masyarakat luas untuk secara bersama turut menjaga Tahura Mangkol yang keberadaannya sangat strategis bagi masyarakat Kabupaten Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang. “Apapun yang dilakukan, kegiatan-kegiatan dalam rangka penanggulangan banjir di Pangkalpinang, menggali sedimentasi tidak akan berarti apa-apa kalau kawasan sekeliling Mangkol ini tidak ditanam. Ini juga sekaligus menyadarkan masyarakat yang masih menambang di Mangkol secara ilegal,” ujarnya.

Tindakan tegas bagi penambang ilegal, menurut Gubernur mutlak dan harus dilakukan. “Tahun ini Dinas Kehutanan sudah memperkarakan dua penambang ilegal di Mangkol, ini harus tegas, agar kegiatan ini tidak sia-sia. Karena sayang, di satu sisi kita menanam, tapi di sisi lain ada yang menebang dan menambang. Untuk itu saya menghimbau kepada masyarakat semua agar turut menjaga Mangkol. Itu bukan hanya tugas pemerintah tapi masyarakat luas,” tuturnya.

DONNY FAHRUM

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda