BANGKATIMES, PANGKALPINANG – Ribuan kaum perempuan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berasal dari berbagai kalangan dan instansi mendeklarasikan anti penyebaran berita bohong atau hoax dalam rangka menyambut peringatan hari Kartini 21 April 2018 mendatang. Deklarasi sebagai bentuk kepedulian kaum perempuan yang khawatir terjadinya perpecahan tersebut digelar di Taman Bhayangkara (Bhay Park) Mapolda Bangka Belitung, Minggu, 15 April 2018.

Salah satu peserta deklarasi perempuan anti hoax, Anita, mengatakan deklarasi tersebut dinilai penting karena ujaran kebencian dan hoax mulai meningkat seiring dengan pelaksanaan pilkada serentak di tiga daerah di Bangka Belitung, yakni Kotamadya Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung.

“Saya semangat mengikuti deklarasi perempuan anti hoax karena sebagai ibu kita berkewajiban mendidik anak-anak kita agar tidak menjadi korban atau pelaku penyebaran hoax sudah banyak menimbulkan kebencian antar saudara, suku, agama, ras dan golongan. Penggunaan media sosial saat ini hampir tidak terbendung lagi. Kita harus bijak dan pintar menyimak informasi yang ada di media sosial. Jangan mudah terprovokasi informasi yang menyesatkan dan tidak sesuai fakta yang ada,” ujar dia kepada wartawan, Minggu, 15 April 2018.

Anita menuturkan menolak hoax bukan cuma urusan laki-laki. Perempuan juga bisa berperan besar mendidik anak-anaknya agar tidak mengumbar kebencian dan tetap menghargai serta menghormati keberagaman dan perbedaan.

“Kaum perempuan perlu belajar dari keteladanan Kartini yang telah berjuang membebaskan keterbelengguan kaum perempuan. Anti hoax adalah salah satu bentuk menjaga cita-cita perjuangan Kartini,” ujar dia.

IMG-20180415-WA0019_crop_900x600-01

Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan hoax dibangun dengan sistem dan disebar secara sistematik oleh oknum yang ingin memecah bangsa. Harus diawan dengan lebih bijak mencermati dan memahami informasi provokatif yang beredar.

“Cita-cita perjuangan Kartini di masa sekarang adalah turut serta dalam berbagai aspek kehidupan dan pembangunan bangsa. Kondisi bangsa saat ini sedang menghadapi perpecahan karena hoax. Dan perempuan mempunyai peran besar dalam menghindarkan generasi muda menjadi korban atau pelaku hoax,” ujar dia.

Menurut Erzaldi, masyarakat perlu mengecek setiap informasi yang beredar yang menjurus kepada kebencian terhadap agama, ras dan kelompok tertentu. Jangan sampai mudah terprovokasi yang bisa mengakibatkan keutuhan bangsa terancam.

“Kita harus bersikap profesional dan proporsional menyikapi persoalan yang ada. Pahami mana yang benar dan mana yang tidak. Mari cairkan kebencian dan perbedaan yang ada dengan mengedepan persatuan bangsa,” ujar dia.

Kapolda Bangka Belitung Brigadir Jenderal Syaiful Zachri menambahkan pihaknya rutin melakukan patroli cyber di media sosial dan internet untuk mencegah terjadinya penyebaran hoax. Setiap pembuatan atau penyebaran hoax, kata dia, akan dilakukan tindakan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Semuanya akan dipantau melalui patroli cyber yang kita lakukan. Atau masyarakat bisa melapor jika ada informasi hoax dan disebarkan. Tindakan penyebaran informasi bohong yang menimbulkan kebencian dan perpecahan, akan ada konsekuensi hukum. Jadi berpikir dulu sebelum menyebar informasi bohong,” ujar dia.

SERVIO MARANDA

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda