BANGKATIMES, PANGKALPINANG -“Bagaimana memajukan Rohis?”. Pertanyaan ini mengemuka. Diajukan seorang remaja. Lilo Renaldi, namanya. Rohis, Rohani Islam. Nama perkumpulan kegiatan ekstra, di sekolahnya, SMA Muhammadiyah, di Toboali sana.

Pertanyaan itu, diajukannya kepada Ahmadi Sopyan. Orang yang berbicara di depan dia dan kawan-kawan. Dalam topik, “Membentuk Generasi Milenial yang Mencerahkan dan Membangun Peradaban”.

Bisa jadi, Lilo ingin Rohis di sekolahnya lebih istimewa. Bukan hanya memperdalam masalah ibadah dan juga akidah. Diperkaya kegiatan lain yang berbeda, agar menjadi nilai tambah.

Menjawab pertanyaan peserta Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) itu, Ahmadi Sopyan mencontohkan dengan cara sederhana. Prinsipnya, mudah dilakukan dan memberi manfaat bagi sesama.

“Misalnya, buat kegiatan sosial. Nggak perlu yang mahal. Lihat sekeliling kita, lihat masjid kita. Bisa dengan bersih-bersih masjid. Lakukan sama-sama bersihkan kamar mandinya,” kata Ahmadi, Sabtu, 15 September 2018 pagi, di Gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Babel, tempat acara itu berlangsung.

Atau, bisa juga dengan bertandang ke panti asuhan. Dikatakan Ahmadi Sopyan, remaja datang ke panti asuhan jangan berpikir harus bawa uang ataupun bawa bahan makanan. Yang terpenting, membangun persahabatan dengan anak-anak penghuni panti asuhan.

“Jadikan anak-anak di panti asuhan itu sebagai adik kalian. Bersahabatlah dengan mereka. Karena mereka butuh teman, butuh kakak. Kalian bisa jadi kakak bagi mereka,” ujarnya.

Ahmadi lalu mencontohkan rencana kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak muda dari Sabyan Fanbase Babel. “Datang ke panti asuhan. Membawa bahan bacaan, dan membacakan cerita kepada anak-anak panti asuhan,” tuturnya.

Satu hal lagi yang penting agar Rohis berkembang, bisa dilakukan dengan jumpa tokoh. “Bikin acara diskusi, atau ngobrol santai tapi kaya dengan ilmu pengetahuan, bersama tokoh tersebut,” ujarnya.

Selain menambah wawasan, kegiatan jumpa tokoh sekaligus menambah relasi dan jaringan pertemanan.

Tak lupa, Ahmadi Sopyan mengingatkan agar para siswa peserta LDKS, tak tumbuh menjadi generasi cengeng. Jangan pula mudah galau.

“Generasi muda zaman now harus berperan aktif dalam berbagai kegiatan positif, soal ekonomi, politik, keagamaan dan segala yang berkaitan dengan orang banyak. Memperkuat jaringan dan bagaimana teknik mencapai kesuksesan bersama, bukan sukses sendiri,” tutur Ahmadi, yang pernah mendapat predikat siswa teladan, semasa dulu bersekolah.

Sesaat sebelum acara berakhir, seorang siswa lagi acungkan jari. Kali ini, bukan pertanyaan yang diajukan. “Bang, boleh kami simpan nomor HP Abang?” kata siswa tersebut.

“Boleh, silakan saja. Ini nomornya saya,” jawab Ahmadi seraya menyebut deretan angka nomor telepon selulernya. Mereka pun ramai-ramai mencatat angka demi angka tersebut.

Rupanya, siswa-siswi peserta LDKS ini, langsung mempraktekkan salah satu materi yang disampaikan Ahmadi Sopyan. Tentang pentingnya: menambah jaringan pertemanan.

DONNY FAHRUM

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda