BANGKATIMES, PANGKALPINANG – Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung memusnahkan barang bukti minuman keras hasil produksi home industri menjelang masuknya bulan suci ramadhan. Total ada 5 drum arak, 67 jerigen arak, 574 botol miras berkadar alkohol diatas 15 persen, 180 miras yang dibungkus plastik, 10 ember bahan baku arak dan 1 guci arak yang sudah dikemas yang dimusnahkan di halaman Gedung Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Mapolda Bangka Belitung, Rabu, 16 Mei 2018.

“Memasuki masuknya bulan suci ramadan, puluhan ribu liter arak hasil home industry dan minuman keras (Miras) ilegal berbagai merek kita musnahkan. Dalam operasi penindakan tersebut, turut ditangkap 32 orang tersangka yang bertindak sebagai pembuat dan penjual miras, terdiri dari 28 tersangka laki-laki dan 4 orang tersangka perempuan,” ujar Kapolda Bangka Belitung Brigadir Jenderal Syaiful Zachri dalam sambutannya saat pemusnahan barang bukti miras di Mapolda Bangka Belitung, Rabu, 16 Mei 2018.

Syaiful mengatakan maraknya penyalahgunaan miras sudah menjadi penyakit masyarakat dan sudah menjadi warning bagi masyarakat Bangka Belitung untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap keluarga agar tidak terlibat penyalahgunaan miras, termasuk juga penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.

“Peredaran miras di Bangka Belitung cukup memprihatinkan meski sudah sering dilakukan razia. Dampaknya pun sudah menjurus kepada kemerosotan kualitas sumber daya manusia di Bangka Belitung,” ujar dia.

Syaiful menuturkan pihaknya mengajak seluruh lapirsan masyarakat untuk bersama-sama dalam memerangi penyalahgunaan miras, narkoba dan obat-obatan terlarang. Dari lingkungan terdekat dulu, kata dia, dengan mengingatkan dan melaporkan jika ada keluarga atau kelompok remaja yang berkumpul dan mulai minum minuman keras.

“Kita menargetkan zero penyalahgunaan miras selama ramadan. Untuk itu peran serta masyarakat untuk mulai terlibat memberikan informasi kepada aparat penegak hukum agar bisa mengambil tindakan,” ujar dia.

Syaiful menambahkan kepolisian juga memperingatkan seluruh organisasi masyarakat (Ormas) atau kelompok masyarakat agar tidak melakukan sweeping tempat hiburan sendiri tanpa keterlibatan pihak penegak hukum.

“Lebih baik serahkan saja ke kita untuk menindaknya. Jangan bertindak sendiri dan sampaikan informasinya ke kita. Kalau ada ormas yang melakukan sweeping, saya pastikan akan menindak tegas ormas atau kelompok masyarakat tersebut,” ujar dia.

SERVIO MARANDA

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda