BANGKATIMES, PANGKALPINANG – Keluarga korban kecelakaan Lion Air JT-610 telah memulai mengambil tindakan hukum terhadap Boeing. Setelah pilot dan maskapai penerbangan mengatakan produsen tidak membuat mereka menyadari adanya fitur baru di 737 Max-8 yang dapat dikaitkan dengan bencana.

Dikutip BANGKATIMES dari portal berbahasa asing, The Guardian, mengungkapkan sebuah firma hukum yang berbasis di Florida telah mengajukan gugatan terhadap Boeing atas nama H Irianto, orangtua dari Rio Nanda Pratama.

“Mencari keadilan untuk putra saya dan semua orang yang kehilangan nyawa dalam kecelakaan itu,” kata H Irianto, seperti ditulis The Guardian, Kamis, 15 November 2018, waktu setempat.

Pesawat Lion Air JT-610 yang menewaskan semua 189 orang di dalam penerbangan domestik dari Jakarta menuju Pangkalpinang, 29 Oktober 2018 lalu.

Peneliti mengatakan bahwa Boeing 737 yang tidak benar dalam menampilkan pembacaan ketinggian dan kecepatan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia mengatakan sebuah sensor telah diubah oleh mekanik di Bali sehari sebelum kecelakaan itu, menyusul masalah serupa pada penerbangan sebelumnya.

Gugatan itu telah diminta sebagian oleh reaksi terhadap saran Boeing yang dikeluarkan sembilan hari setelah kecelakaan ke maskapai penerbangan menggunakan model terbaru 737, dengan instruksi tentang bagaimana pilot harus bereaksi terhadap input yang keliru dari angle of attack (AOA) sensor.

Serikat pilot AS dan eksekutif Lion Air sekarang telah mengatakan panduan Boeing dihilangkan dari panduan pelatihan, dan mereka tidak pernah diperingatkan sebelumnya tentang perubahan signifikan pada sistem kontrol penerbangan dalam model ini, yang dapat menyebabkan komputer pesawat memaksa hidung pesawat 737 Max turun.

Seorang juru bicara American Airlines mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui beberapa fungsi Manuver Karakteristik Augmentation System (MCAS) diinstal pada MAX 8.

Adapun juru bicara Boeing mengatakan pabrikan itu yakin dengan keselamatan 737 Max tetapi tidak dapat membahas secara spesifik penyelidikan yang sedang berlangsung.

DONNY FAHRUM | THE GUARDIAN

———

Sumber foto: Istimewa

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda