BANGKATIMES, Pangkalpinang – Patroli rutin Dit Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung di perairan Manggar, Jumat 12 Juli 2019 memergoki nelayan yang menggunakan bahan peledak atau bom untuk menangkap ikan. Satu unit kapal KM Tanpa Nama berikut nakhoda dan barang bukti dibawa ke Dit Polairud Kepulauan Babel.

Kamis, 18 Juli 2019, nakhoda kapal yang bernama Rusli bin Lamorisu dan telah ditetapkan menjadi tersangka dihadirkan penyidik di depan awak media. Turut diperlihatkan pula barang bukti peralatan yang digunakannya. Diantaranya, 8 botol berwarna hitam ukuran kecil, 4 botol besar botol berwarna hitam ukuran besar, 29 kotak korek api, 10 gabus penutup botol, satu gulung amplas, 4 kilogram bubuk potasium sebagai bahan peledak, 1 jerigen bahan bakar, dan 1 buah ember.

Barang-barang tersebut, dibawa tersangka ke tengah laut untuk kemudian dirakit. “Itu dia merakitnya di laut, biar tidak tedeteksi,” kata Kasubdit Gakkum Dit Pol Airud Polda Kep Babel Kompol Nuryono.

Bahan-bahan yang sudah dirakit tersebut, kemudian dibakar sumbunya dan dilempar ke sasaran. “Meledaknya di dalam air. Ledakan ini mematikan ikan dan merusak terumbu karang,” kata Kompol Nuryono.

Tersangka Rusli mengatakan sekali dia melempar bom, sedikitnya ada 15 kilogram ikan yang bisa didapat. Setelah beberapa kali lempar, dengan total sekitar 200 kilogram, dia pun bergegas pulang.

“Hasilnya kita jual,” kata dia yang dalam pekerjaannya tersebut dibantu oleh beberapa anak buahnya.

Kompol Nuryono mengatakan, kepada pelaku dikenakan pasal 84 ayat (2) Undang-undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan Junto Pasal 53 ayat 1 KUHPidana. Ancamannya hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp 1.200.000.000.

Tak cuma itu, tersangka pun dijaring dengan Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951. Pasal ini ancamannya hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.

DONNY FAHRUM

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda