BANGKATIMES, PANGKALPINANG – Beredarnya informasi ada pemesanan daging ayam menjelang bulan puasa dan lebaran yang berkaitan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendapat perhatian Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pasangan calon yang maju di pilkada diminta tidak melakukan monopoli dengan memborong daging ayam untuk kepentingan politik guna menarik simpati pemilih.

“Kita ingin stok daging ayam cukup dan harganya stabil selama bulan suci ramadhan. Seluruh masyarakat bisa menikmati. Kalau ada monopoli dan ada broker yang menyalahgunakan pembelian ayam, akan saya proses hukum. Kalau memenuhi unsur pidana akan kita tahan. Tidak akan ada penangguhan penahanan. Biar lebaran di penjara,” ujar Ketua Satgas Pangan Bangka Belitung Komisaris Besar Mukti Juharsa kepada wartawan, Rabu 18 April 2018 malam.

Menurut Mukti, persoalan daging dan telur ayam sering jadi masalah di Bangka Belitung. Untuk dia berjanji tidak akan mentolerir segala bentuk broker daging, baik ayam, sapi serta telur yang membuat resah masyarakat sebagai konsumen dan harga yang tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Daging sapi, daging ayam dan telur ayam menjadi salah satu perhatian utama satgas pangan. Hal tersebut dikarenakan stok daging ayam, daging sapi dan telur ayam sering kekurangan dan diduga permainan broker. Harganya pun secara tentatif selalu naik,” ujar dia.

Mukti menuturkan pihaknya bekerja sama dengan Bulog akan mengantisipasi tingginya permintaan daging dengan mendatangkan daging kerbau dari luar daerah.

“Nanti dua minggu lagi kita rapat. Saya akan undang semua pihak terkait. Kalau untuk rencana mendatangkan daging kerbau, akan kita prioritaskan untuk masyarakat Pulau Belitung,” ujar dia.

Mukti menambahkan pihaknya mengharapkan peran serta masyarakat untuk melaporkan adanya pelanggaran penimbunan bahan makanan. Pihaknya akan terus memantau distribusi barang hingga ke tingkat pengecer.

“Kalau ada yang memanfaatkan untuk kepentingan tertentu, laporkan saja. Akan kita proses hukum. Jangan sampai kepentingan masyarakat banyak dimanfaatkan oknum tertentu untuk mencari keuntungan. Pedagang pun kita tidak masalah mencari keuntungan. Asal yang wajar dan masuk akal,” ujar dia.

SERVIO MARANDA

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda