BANGKATIMES, PANGKALPINANG – Latar belakang Kota Pangkalpinang sebagai kota yang lekat dengan sejarah pertambangan timah di Indonesia, menjadi keistimewaan tersendiri di mata para arsitek. Hal tersebut mendorong Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menjadikan ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini sebagai tuan rumah konferensi arsitek dari empat negara di Asia Tenggara yang bertajuk Four Nations Meeting. Acaranya berlangsung pada 9-16 April 2019.

Ketua IAI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hongky Listiyadhi mengatakan Four Nations Meeting, akan dihadiri oleh arsitek dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Mereka bernaung dalam Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Singapore Institute of Architects (SIA), Pertubuhan Akitek Malaysia (PAM), dan Association of Siamese Architects (ASA).

“Kota Pangkalpinang ini sesuatu yang berbeda. Bila kota besar lainnya lekat dengan sejarah kerajaan, nah di kota kita nggak ada kerajaan. Kita lekat dengan sejarah pertimahan. Dalam pertemuan para arsitek nanti, akan banyak tergali dan menjadi sangat menarik,” kata Hongky, Rabu, 20 Maret 2019.

Dengan mengetengahkan tema ‘bagaimana mengembangkan kolaborasi pertambangan sebagai ohjek wisata yang menarik’, menurut Hongky diharapkan dapat meningkatkan nilai budaya pertambangan sebagai salah satu warisan budaya Kota Pangkalpinang.

IMG-20190319-WA0026

Four Nations Meeting akan diisi dengan seminar yang menghadirkan Direktur Utama PT Timah Tbk sebagai keynote speaker. Dari kalangan internal arsitek, akan berbicara Yori Antar. Dikenal sebagai Pendekar Arsitektur Nusantara, Yori secara spesifik akan berbicara tentang arsitektur nusantara dan penerapannya kepada kota/kabupaten kreatif Indonesia.

Dikatakan Hongky, salah satu bagian yang juga menarik dari Four Nations Meeting, yaitu akan ada Live Design Discourse, berupa lomba mendesain arsitektur yang diikuti oleh kelompok mahasiswa arsitektur dan arsitek senior dari empat negara peserta. “Lomba desainnya tentang Tin Heritage Citywalk,” ujarnya.

Tin Heritage Citywalk, merupakan jalur pejalan kaki dengan tema jalan bersejarah, yang direncanakan pada jalur yang menghubungkan antara kawasan Wilhelmina Park dengan Transmart.

Para peserta Live Design Discourse, akan memberi saran tentang estetika yang nyaman bagi pejalan kaki di Tin Heritage Citywalk yang bisa mendorong orang bisa berkomunikasi satu dengan yang lainnya di ruang terbuka. Di akhir acara, peserta Live Design Discourse akan mempresentasikan desainnya di depan petinggi organisasi profesi arsitek dari empat negara peserta pertemuan, PT Timah, Pemprov Babel, dan Pemkot Pangkalpinang.

DONNY FAHRUM

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda