BANGKATIMES, PANGKALPINANG – Pelarian Tion bin Kodin, 33 tahun, warga Desa Sungai Sumur Kelurahan Sungai Sumur Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan berakhir setelah ditangkap anggota Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung. Tion merupakan raja perompak kelas kakap dan otak dari 20 aksi perompakan di Pulau Bangka, tepatnya di Perairan Kabupaten Bangka Selatan.

Kepala Unit Penindakan Subdit Gakkum Ditpolair Polda Bangka Belitung Ajun Komisaris Dedy Setiawan mengatakan tersangka Tion juga masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2012 silam. Dalam menjalankan aksinya, tersangka selalu bersama rekan-rekannya sebanyak delapan orang yang sudah terlebih dahulu ditangkap.

“Tersangka Tion sebagai otak utama aksi perompakan terakhir kita tangkap karena terlibat berbagai aksi perompakan dan pemerasan nelayan di Pulau Bangka. Tion sudah lama masuk DPO. Ada 20 laporan polisi terkait dengan Tion,” ujar Dedy kepada wartawan di Markas Ditpolair Bangka Belitung, Senin, 21 Mei 2018.

Dedy menuturkan dalam menjalankan aksinya, pelaku tidak segan menganiaya dan melukai korban-korbannya. Dan dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, ternyata dia juga beraksi di tiga provinsi lain, selain Bangka Belitung, yakni perairan Kepulauan Seribu, perairan Palembang dan Lampung.

“Kita terpaksa memberikan tembakan terukur ke kaki pelaku karena berusaha menyerang petugas dan melarikan diri saat akan ditangkap. Dari tangan tersangka, turut diamankan satu bilah pisau dan satu pucuk senjata api rakitan jenis FN dengan dua butir peluru,” ujar dia.

Dedy menuturkan tersangka dion dikenakan pidana pelanggaran pasal 439 ayat (1) juncto pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. Tersangka dan barang bukti, kata dia, saat ini sudah diamankan di Markas Ditpolair Polda Bangka Belitung untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Kita bersyukur pelaku yang dalam aksinya telah meresahkan nelayan di Pulau Bangka berhasil ditangkap. Sekarang sudah diamankan dan akan kita proses lebih lanjut,” ujar dia.

Sementara itu Tersangka Tion mengatakan aksi yang dia lakukan bersama rekannya hanya untuk keperluan makan sehari-hari saja. Dia mengaku mendapatkan senjata api dengan membeli dari temannya di daerah Mesuji Lampung.

“Saya beli seharga Rp 4 juta dengan teman di sungai cengkel Mesuji. Saya cuma mengambil ikan nelayan itu. Hasilnya cuma buat makan aja bang,” ujar dia.

SERVIO MARANDA

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda