BANGKATIMES, PANGKALPINANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan dan mendorong masyarakat untuk menggunakan sistem pembayaran non tunai untuk berbelanja selama Ramadan dan lebaran Idul Fitri 2018. Meski menyiapkan uang tunai Rp 1 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, penggunaan pembayaran non tunai diperlukan karena animo masyarakat terhadap uang kartal diprediksi meningkat saat Ramadan dan jelang Idul Fitri.

Deputi Kepala Perwakilan BI Bangka Belitung Edhi Rahmanto Hidayat mengatakan penggunaan pembayaran non tunai merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Penggunaan non tunai dapat dilakukan dalam kegiatan mudik masyarakat dan berbelanja kebutuhan lebaran di beberapa merchant yang telah menyediakan layanan non tunai di Bangka Belitung.

“BI juga terus mengoptimalkan sistem pembayaran non tunai dengan sistem BI RTGS dan SKNBI dan melakukan pengujian terhadap seluruh infrastruktur guna memastikan terselenggaranya layanan sistem pembayaran secara aman, lancar dan efisien, khususnya apabila terjadi peningkatan volume transaksi saat ramadan,” ujar Edhi kepada wartawan, Selasa, 22 Mei 2018.

Edhi menuturkan BI juga berkoordinasi dengan peserta sistem pembayaran guna memastikan optimalnya sistem pembayaran. “Dengan langkah antisipatif ini, diharapkan kegiatan ekonomi masyarakat pada bulan ramadan dan idul fitri dapat berjalan lancar, aman dan nyaman,” ujar dia.

IMG-20180522-WA0021

Menurut Edhi, disiapkannya Rp 1 triliun pada 2018 karena terjadinya kenaikan permintaan uang di masyarakat, dimana pada 2017 lalu realisasi pengedaran uang ke masyarakat dan perbankan hanya Rp 906,1 miliar. Pemenuhan kebutuhan uang kartal tersebut, kata dia, didominasi oleh penarikan uang di bank umum sebesar Rp 713 miliar.

“Kita memastikan tersedianya uang tunai dalam pecahan yang dibutuhkan, kondisi yang layak edar dan dalam waktu yang tepat. Sedangkan untuk saluran memenuhi kebutuhan uang kartal tersebut bisa dilakukan di mess BI Bangka Belitung, layanan penukaran uang pecahan kecil di kantor bank umum yang ada di Pangkalpinang, Sungailiat, Muntok, Koba, Toboali, Belinyu, Tanjung Pandan dan Manggar,” ujar dia.

Edhi menambahkan BI Bangka Belitung bekerja sama dengan 3 bank BUMN, yaitu Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia dan Bank Negara Indonesia dalam layanan penukaran uang rupiah untuk negeri.

“Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kita mengimbau masyarakat untuk menukar uang di tempat resmi, baik dari BI sendiri ataupun yang diselenggarakan oleh perbankan. Masyarakat juga diharapkan hati-hati dalam melakukan transaksi dengan meneliti ciri-ciri keaslian uang dengan metode 3D, dilihat, diraba, diterawang,” ujar dia.

SERVIO MARANDA

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda