BANGKATIMES, Bangka Tengah – Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung melalui Subdit 1 Industri dan Perdagangan (Indag) berhasil membongkar aktivitas ilegal Griya Herbal yang beralamat di RT 11 Kelurahan Dul Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah. Pelayanan kesehatan ilegal berkedok rumah praktek pusat penyembuhan alami milik tersangka HER tersebut diduga melakukan aktivitas tanpa izin dan mengedarkan obat ilegal saat melayani pasien.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bangka Belitung Ajun Komisaris Besar Abdul Mun’im mengatakan terbongkarnya praktek pelayanan kesehatan ilegal tersebut setelah pihaknya melakukan penyelidikan terhadap informasi yang diterima dari masyarakat.

“Hasil dari penyelidikan ditemukan kegiatan praktek pengobatan tradisional Griya Herbal tidak memiliki izin praktek Kesehatan dan memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi tidak memenuhi standar persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu serta memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar,” ujar Abdul kepada wartawan, Kamis, 27 September 2018.

Abdul menuturkan dalam operasi penindakan tersebut pihaknya berhasil mengamankan dua orang tersangka, yaitu ILH, 31 tahun, sebagai penanggung jawab dan HDR, 31 tahun, petugas therapy.

“Barang bukti yang berhasil diamankan kapsul isi obat dengan total 1.246 butir, kapsul kosong 1 plastik, serbuk jamu 15 bungkus, sendok kecil, blender, baskom, saringan, plastik pembungkus obat, stetoskop, lampu pemanas, foot massager, alat tensi dan alat cek gula darah, kolesterol dan asam urat,” ujar dia.

Menurut Abdul, kepolisian segera memproses perkara tersebut dengan tindak lanjut membuat laporan polisi, memeriksa saksi, melakukan konfirmasi ke saksi ahli dari BPOM, Dinas Kesehatan dan ahli pidana.

“Kita lengkapi berkas perkara dan selanjutnya dikirim ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pelaku dan barang bukti sekarang diamankan ke Mapolda guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar dia.

Abdul menambahkan para pelaku dijerat dengan Pasal 60 ayat (1) jo 191 jo 196 jo 197 jo 198 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dan pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 huruf f dan i Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

“Masing-masing ancaman hukuman diatas 5 tahun. Perbuatan tersebut pelaku diduga telah melakukan tindak pidana dengan tanpa izin melakukan praktik pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan alat dan teknologi sehingga mengakibatkan kerugian harta benda, luka berat atau kematian,” ujar dia.

SERVIO MARANDA

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda