BANGKATIMES, PANGKALPINANG – Penampilan Ny MY yang awalnya tenang, seketika tergagap. Dicecar pertanyaan, kepercayaan dirinya jebol. Rupanya dia tak sanggup lebih lama berbohong kepada polisi.

Ny MY, ibu rumah tangga paruh baya itu, harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Dia didapati memproduksi arak. Di kediamannya, polisi menemukan serangkaian alat produksi. Ada tungku, kayu bakar, panci berukuran super jumbo, serta sekitar lima puluh ember beras yang sedang difermentasi. Petugas dari Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung juga mendapati empat jerigen ukuran 18 liter, arak murni hasil sulingan.

Kepada Kapolda Babel Brigadir Jenderal Polisi Istiono, yang meninjau langsung Tempat Kejadian Perkara, Ny MY awalnya memberi berbagai alasan. “Arak ini untuk obat orang yang melahirkan, Pak,” ujar Ny MY berdalih. Juga, dia beralasan kalau hanya memproduksi sejumlah kecil. “Orang kalau masak, datang ke sini minta bagi. Saya jual, botol kecil,” imbuh warga Semabung Baru, itu.

Tapi, karena mendapati ada banyaknya hasil produksi, polisi tak percaya dengan dalih demi dalih yang dikemukakannya. Akhirnya dia pun mengaku. “Ini untuk biaya anak sekolah, Pak. Mohonlah bagaimana kebijaksanaan Bapak,” ujarnya mengiba.

Arak memang rawan penyalahgunaan. Apalagi, kandungan alkoholnya yang terbilang tinggi, sekitar 20 persen. “Sangat membahayakan untuk dikonsumsi,” kata Kapolda.

Perbuatan yang dilakukan Ny MY melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. “Ancamannya dua tahun,” ujar Kapolda.

Terungkapnya tempat produksi arak Ny MY, menurut Kapolda berkat informasi masyarakat yang ditelusuri petugas dari Direktorat Narkoba Polda Babel.

Jelang perayaan tahun baru, petugas kepolisian memang akan terus mencari ‘pabrik-pabrik’ yang memproduksi arak. “Jangan sampai di malam tahun baru ramai oleh pesta miras. Ini untuk antisipasi jangan sampai masyarakat menjadi korban karena kesenangan sesaat,” kata Kapolda.

DONNY FAHRUM

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda