BANGKATIMES, PANGKALPINANG – Tabloid Indonesia Barokah, ternyata menyasar juga Bangka Belitung. Tabloid yang isinya menyudutkan pasangan nomor urut 02 Prabowo – Sandiaga Uno, sudah tiba di Kantor Pos Cabang Pangkalpinang yang menjadi kurir pengirimannya.

Customer Service Kantor Pos Pangkalpinang, Nila, membenarkan kalau Tabloid Indonesia Barokah sudah ada di kantornya. “Iya. Ada,” ujarnya, ketika dikonfirmasi, Rabu, 30 Januari 2019 di kantornya.

Namun, sayangnya, Kepala Kantor Pos Pangkalpinang, Fendi, tak ada di tempat. Pun Kepala Bagian SDM, Merli, yang disebutkan Nila, berwenang untuk memberi keterangan lebih lanjut, tak bersedia ditemui wartawan. “Beliau lagi ada pertemuan, nggak bisa diganggu,” kata Firmansyah, salah seorang petugas keamanan.

Kabar tibanya Tabloid Indonesia Barokah, dibenarkan pula oleh salah aeorang pegawai Kantor Pos Pangkalpinang lainnya, yang enggan disebutkan namanya. “Iya. Kemarin tibanya. Petugas dari Polda dan Korem juga sudah ke sini kemarin memeriksa,” ujarnya.

Terpisah, politisi Partai Gerindra Bangka Belitung, Ahmadi Sopyan meminta dengan tegas kepada Kantor Pos se-Bangka Belitung untuk tidak mengedarkan Tabloid Indonesia Barokah yang saat ini sedang dalam masa penyelidikan itu.

“Yang saya dapatkan info, isinya tabloid itu mengandung kebencian dan fitnah. Makanya bermasalah. Karena itu, dengan tegas saya meminta Kantor Pos se-Bangka Belitung untuk tidak berkontribusi dalam membantu penyebaran kebencian itu,” kata Ahmadi, yang juga adalah Calon Legislatif DPR RI, itu.

Lebih lanjut, dikatakan Ahmadi, dari keterangan yang disampaikan Ketua Dewan Pers di media massa, kalau Dewan Pers tak menemukan pekerjaan jurnalistik dalam Indonesia Barokah. “Tabloid itu tak memuat wawancara langsung dengan narasumber. Produk bacaan tersebut juga tidak menyertakan verifikasi, klarifikasi, dan konfirmasi kepada narasumber yang disebutkan. Begitu dari apa saya baca dari keterangan Ketua Dewan Pers, Yosef Adi di media massa,” kata Ahmadi.

Tak lupa, pemerhati sosial budaya Bangka Belitung ini, juga menghimbau masyarakat Bangka Belitung agar jangan terjebak dengan melakukan ujaran kebencian dalam bentuk apapun.

“Perbedaan pilihan itu lumrah dan manusiawi, jangan karena Pemilu sesaat kita membantai kawan lama, tetangga dan seperadik sendiri serta sesama orang Babel. Kita di sini sudah sangat damai,” ujarnya.

DONNY FAHRUM

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda