BANGKAtimes.com – Di masa lebih dari dua puluh tahun lalu, jagonya seseorang ketika membuat mainan, membuat dirinya terlihat cool. Yup, keren di mata teman-teman sebayanya. Sesuatu yang serba masih terbatas di kala itu, menuntut ketrampilan untuk bisa swasembada alias memproduksi sendiri. Termasuk layangan dan benang gelasannya.

Sobat muda BANGKAtimes tentu tahu yang namanya layangan, atau kita biasa di Bangka sebut sebagai layang-layang. Coba sobat muda tanyakan paman atau mungkin your daddy tentang seberapa gape mereka membuat layang-layang. Rata-rata mengakui pasti mereka jagoan di masanya, dan dengan tanpa jeda mulutnya nyerocos abis menceritakan kehebatan masa mudanya main layangan.

Tak hanya di situ, bisa jadi dengan lancar pula dia akan bercerita mahirnya dia membuat benang gelasan. Tahu dong, itu komponen penting yang membuat layangan kita gagah saat beradu kuat dengan layangan di sebelahnya ketika mengudara. Istilahnya ‘nyempret’. Yang paling tajam karena bisa membuat putus layangan lain, dialah pemenangnya.

Salah satu generasi lawas (uppss.. generasi lawas, karena dia tumbuh diatas kita yang anak-anak milenial,hehee..) yang berhasil BANGKAtimes temui dan bersedia berbagi kesombongannya membuat benang belasan adalah Kak Framayoga Fairuzie. Oleh beberapa temannya, Kakak ini disebut jagoan membuat benang gelasan. Hasil produksinya top markotop di era itu. Tak cuma layangan yang putus, pacar orang pun seringkali putus dibuatnya. Ehh… yang ini di luar topik. Ampun Kak..!

Kepada BANGKAtimes, Kak Yoga mengatakan kekuatan benang gelasan atau disingkat benang gelas terletak pada dua hal, yakni kualitas benang dan adonan gelasannya. Untuk dapat membuat adonan bahan gelasan, Kak Yoga membocorkan bahan berikut cara membuatnya.

Bahan yang dibutuhkan adalah, simak dan catat yaaa:

1. Teribik atau pecahan kaca. Teribik terbaik, dikatakannya berasal dari lampu neon. “Teribik dari neon itu tipis dan gampang numbuknya,” ujar Kak Yoga.

2. Telor ayam. Ini berfungsi untuk membuat benang lebih awet dan mudah digulung.

3. Pewarna. Bisa berasal dari pewarna makanan ataupun pewarna tekstil.

4. Pikau. Baru tahu dan bingung dengan yang namanya pikau? Menurut Kak Yoga di masa dulu, tiap anak pasti tahu yang namanya pikau. Itu adalah bahan perekat yang bentuk dan kerasnya seperti kue keranjang. “Dulu itu kalau kita beli pikau, penjualnya mengiris sesuai dengan duit yang kita berikan, saya lupa dulu harganya berapa,” kata Kak Yoga. Nah, di masa sekarang untuk mendapatkan pikau, bisa juga diganti dengan lem kak yang bisa didapat di toko bahan bangunan. “Itu lem kak atau animal glue, sejenis pikau juga,” ujarnya.

5. Air secukupnya.

6. Siapkan kaleng sebagai wadah untuk memasak adonan.

Setelah bahan didapat, kita bisa masuk ke dalam tahapan pembuatannya. Caranya adalah:

1. Tumbuk teribik atau pecahan kaca itu sampai halus, di kaleng atau sejenisnya. “Kalau kami dulu, numbuknya di batok kelapa,” kata Kak Yoga. Hasil tumbukan kemudian disaring.

2. Masukkan serbuk halus teribik, pikau atau lem kak, telur, pewarna, dan sedikit air ke dalam kaleng.

3. Masak adonan tersebut, sambil diaduk rata sampai mendidih. ‘Waktunya nggak lama, kurang dari lima belas menit,” ujarnya.

4. Angkat adonan dan tungguh hingga sedikit mendingin.

5. Cari tempat yang lumayan teduh untuk membentangkan benang dari ujung tiang atau pohon ke ujung tiang atau pohon lainnya.

6. Balurkan adonan yang sudah dimasak tadi ke benang. “Caranya dengan telunjuk dan jempol yang sudah dicelupkan adonan kemudian tempel ke helaian benang sambil kita berjalan hingga sepanjang benang itu terkena adonan,” kata Kak Yoga.

7. Ulangi lagi proses membalurkan adonan ke benang hingga dua atau tiga kali untuk memastikan hasil benang gelasan produksi kita benar-benar paten.

8. Tunggu sampai kering. Kemudian gulung ke kaleng. Cari kaleng yang pas dan nyaman di  genggaman tangan.

Kalau semua proses itu sudah dilakukan, berarti sobat muda semua sudah siap turun gelanggang mengadu layangan. Bila sudah mencoba, ayo kita tunggu hasil buatan sobat muda semua. Bagikan ceritamu ke kita yaaa…

Tim Gen-Z BANGKAtimes

–Sebagai media online baru, BANGKAtimes.com segera hadir dengan format tampilan yang akan terus disempurnakan–

Bagikan.

Tentang Penulis

Komentar Anda