Walikota dan Ketua TP PKK Pangkalpinang Akhiri NGOPI PEKAT di Kecamatan Gerunggang, 42 Kelurahan Bersiap-Siaplah

by -368 Views

Pangkalpinang – Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) didampingi Ketua TP PKK Monica Haprinda memungkasi NGOPI PEKAT (Ngobrol Sambil Ngopi Pemerintah dan Masyarakat) tingkat kecamatan di Balai Kecamatan Gerunggang, Rabu (15/02/2023) malam.
Sebelumnya Molen sudah berkeliling di enam kecamatan yang ada di Kota Beribu Senyuman ini dengan memboyong seluruh pejabatnya.
Tujuannya membawa pejabat-pejabatnya agar masyarakat bisa langsung berkeluh kesah dengan dirinya terkait berbagai aspek kehidupan, dan bisa langsung berinteraksi dengan pejabat terkait persoalan yang disampaikan, hingga “eksekusi” spontan tanpa prosedur dan birokrakasi bertele-tele.
Di NGOPI PEKAT yang dihelat di Aula Kantor Kecamatan Gerunggang tersebut, Molen mengatakan agenda ini merupakan yang terakhir untuk tingkat kecamatan. Pemerintahannya akan kembali menyelenggarakan acara yang sama untuk tingkat kelurahan.
“Gerunggang ini kecamatan terakhir, Saya bawa banyak pejabat jadi silahkan sampaikan langsung disini apa yang menjadi kendala-kendala bapak ibu semua dan kita bahas bersama solusinya. Setelah ini kami akan mengadakan juga NGOPI PEKAT di setiap kelurahan yang jumlahnya 42 se Pangkalpinang,” demikian Molen mengawali silaturahmi bernuansa santai tersebut.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga yang jarang ditemui dari sosok pemimpin seperti Molen, Ketua RT 09, Kelurahan Air Kepala Tujuh, Asnawi, meminta walikota agar merealisasikan pengajuan-pengajuan masyarakatnya dari 2018 hingga 2021 yang prioritas.
Seperti lampu jalan dari mulai tambak Suhaini sampai simpang Raskib. Di jalur ini disebut dia rawan transaksi narkoba jika malam hari. Lampu-lampu jalan yang mereka minta dipasang sekitar 20 titik dengan panjang jalan lebih kurang 2,5 Km. Selain rawan peredaran narkoba jalan tersebut kondisinya juga banyak tikungan tajam yang rawan bahaya karena gelap.
Molen menjawab soal pemasangan lampu jalan di kota ini sudah diperhitungkan pihaknya ada sekitar 7000 titik. Dari jumlah sebanyak itu dengan kondisi keuangan yang ada, pemerintah harus memutar otak mendahulukan mana yang sangat prioritas dipasang.
Meski demikian, walikota spontan memberi angin segar terkait usulan Asnawi dengan mengalokasikan sepuluh titik di tempat yang benar-benar prioritas. Ini setelah Molen meminta data dari Kepala Dinas Perhubungan Ubaidi yang hadir di acara tersebut.
“Sekarang masih ada 150 titik lampu yang bisa kita bagikan. Jadi untuk Kecamatan Gerunggang dari 150 titik kita bagi beberapa kelurahan. Untuk usulan Pak Asnawi 10 titik bisa tidak dipenuhi?” Tanya Molen kepada Kadishub.
Kadishub pun memastikan bisa merealisasikannya 10 titik pada pertengahan Maret 2023 mendatang. Mendapat tanggapan cepat walikota itu, Asnawi pun bersyukur dan tidak bisa menyembunyikan lagi bahagianya.
“Alhamdulillah terimakasih malam ini Pak Wali langsung mengabulkan permintaan masyarakat kami soal lampu jalan,” ujarnya.
Aspirasi lainnya dikemukakan Tahmi, warga Kelurahan Tuatunu Indah. Ada lima permintaan disampaikan dia kepada walikota Molen. Diantaranya terkait lampu penerangan jalan, minta percepatan pembangunan jembatan dan pengaspalan di Sungai Kulan dan Jalan Kulan.
Namun sebelum menyampaikan uneg-unegnya, Tahmi berterimakasih kepada Walikota Molen yang disebut dia telah banyak membangun infrastruktur di Tuatunu serta membantu memecahkan berbagai masalah masyarakat disini.
Diutarakan dia, jalan menuju jalan Hutan Kota dari Sungai Salim belum memiliki lampu jaringan PLN. Padahal disini kataya tinggal menyambung saja dari Sungai Salim menuju Hutan Kota tersebut. Permintaan itu disampaikan mengingat di sana dalam waktu dekat pihaknya akan membangun pondok pesantren (Ponpes).
Selain pemasangan lampu jalan baru, dia juga meminta walikota melalui dinas terkait untuk memperbaiki lampu jalan yang sudah terpasang namun kondisinya rusak.
“Lampu jalan kami sudah banyak yang rusak tapi jumlah dan titiknya saya tidak tahu. Tapi saya lewat malam hari banyak yang tidak menyala lagi jadi perlu perbaikan-perbaikan terutama dekat balai di simpang tiga sudah lama matinya,” katanya.
Menariknya, Molen langsung menanggapi usulan tersebut dengan menelepon langsung pejabat PLN Kota Pangkalpinang yang di-loudspeker-nya menggunakan mikropon.
Cukup lama juga komunikasi dari android pribadi langsung Molen tersebut. Kemudian inti dari percakapan itu diperjelasnya lagi kepada seluruh masyarakat yang hadir yang disambut aplus tepuk tangan meriah, tanda mereka senang mendengar “eksekusi” gaya sang walikota.
Selain memecahkan langsung masalah-masalah tersebut, Molen juga menyampaikan berbagai layanan di lingkup pemerintahannya saat ini. Seperti pelayanan kesehatan gratis yang akan segera bisa dinikmati masyarakat, keunggulan RSUD Depati Hamzah, penangangan sampah, hingga rumah singgah dan lain sebagainya

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *