Bangkatimes.com|Pangkalpinang — Upaya meningkatkan Angka Partisipasi Kuliah (APK) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali disuarakan oleh salah satu dosen Universitas Pertiba (Uniper), Handika Yuda Saputra, Selasa (9/12/25).
Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendorong generasi muda melanjutkan pendidikan tinggi di daerah melalui gerakan “Ayo Kuliah di Babel.” Menurutnya, rendahnya angka partisipasi kuliah menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara strategis.
“Kita tidak bisa menutup mata bahwa APK Babel masih rendah secara nasional. Ini bukan hanya angka, tetapi cermin atas banyaknya anak muda kita yang belum mendapatkan kesempatan terbaik untuk mengembangkan diri,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa kampanye “Ayo Kuliah di Babel” bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, dunia industri, dan keluarga. Dengan ekosistem pendidikan yang kuat, maka potensi percepatan peningkatan APK bisa tercapai lebih cepat.
Dalam penjelasannya, ia menyampaikan sejumlah solusi konkret yang dinilai mampu memperbaiki kondisi partisipasi pendidikan tinggi di Babel dan menekankan pentingnya ada Program Pembiayaan Kuliah yang ramah berdasarkan kebutuhan ekonomi masyarakat.
“Banyak siswa yang ingin melanjutkan kuliah, tapi biaya menjadi kendala utama. Kampus dapat memberikan skema pembayaran uang kuliah yang lebih inklusif dan mampu dibayarkan masyarakat sesuai dengan kondisi perekonomiannya. Kita perlu adanya narasi yang menjadikan kuliah dipandang sebagai investasi masa depan, bukan suatu beban. Perlu kita narasikan juga dari sisi keuntungannya yakni biaya hidup lebih terjangkau, dekat dengan keluarga, dan kualitas kampus semakin meningkat. Ini harus disampaikan dengan cara yang menarik kepada generasi muda,” Jelasnya.
Ia berharap dorongan moral dan edukatif ini dapat memantik kesadaran baru di kalangan pelajar bahwa pendidikan tinggi merupakan salah satu jalan terbaik untuk membangun masa depan.
“Kita ingin anak-anak Babel menyadari bahwa mereka bisa sukses tanpa harus melangkah jauh. Kuliah di Babel adalah pilihan realistis sekaligus strategis,” harapnya.
Dengan menggaungkan “Ayo Kuliah di Babel,” dosen tersebut berharap semakin banyak pihak yang mengambil peran aktif menurunkan hambatan menuju perguruan tinggi.
“APK yang tinggi adalah indikator kemajuan daerah. Jika kita ingin Babel bergerak maju, maka pendidikan tinggi harus menjadi prioritas bersama,” pungkasnya.
By: B..






