, , ,

Dari Lahan Pertanian ke Destinasi Wisata: Langkah Baru Indah Sawah Tebing

by -15 Views
Sumber: Dokumentasi mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Bangkatimes.com|Bangka Barat – Desa Tebing kembali menunjukkan langkah progresif melalui kegiatan workshop “Manajemen Pengelolaan Agrowisata Indah Sawah Tebing” yang dilaksanakan pada 6 September 2025 di Balai Desa Tebing Kabupaten Bangka Barat. Workshop ini dihadiri oleh kepala desa, perangkat desa, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), karang taruna, perwakilan petani, dan tokoh masyarakat Desa Tebing.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang diinisiasi oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, yakni Indriani dan Dira Fitriana. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola kawasan persawahan yang tidak hanya sebagai lahan produksi padi, tetapi juga sebagai destinasi wisata berbasis potensi lokal.

Dari perspektif pariwisata, peserta dibekali pemahaman mengenai manajemen destinasi, penyusunan paket wisata, strategi promosi digital, hingga pentingnya pelayanan perhotelan/penginapan yang berbasis komunitas. Melalui pelatihan ini, masyarakat mulai memahami bahwa agrowisata bukan sekadar tempat berfoto di tengah sawah, melainkan ruang edukasi, budaya, dan ekonomi kreatif yang harus dikelola dengan perencanaan yang matang. Terlihat progres dari peserta yang berhasil menyusun rencana aksi sederhana serta merancang konten promosi digital untuk memperkenalkan indahnya sawah Desa Tebing kepada khalayak yang lebih luas melalui slogan Indah Sawah Tebing.

Dalam pernyataannya Kepala Desa Tebing, Saimi menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam pengembangan desa wisata berbasis pertanian.

“Harapannya, Indah Sawah Tebing tidak hanya dikenal sebagai kawasan pertanian, tetapi juga sebagai destinasi agrowisata yang tertata, edukatif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, dari sudut pandang kriminologi, lokakarya ini juga memiliki peran penting dalam memperkuat tata kelola dan kesadaran hukum masyarakat. Pengelolaan wisata berbasis komunitas memerlukan transparansi, pembagian peran yang jelas, serta pemahaman terhadap aspek legalitas lahan dan kelembagaan. Dengan adanya penegakan manajemen dan literasi hukum, potensi konflik agraria maupun kewenangan dapat diminimalisir. Hal ini sejalan dengan upaya membangun sistem pengelolaan yang tertib, adil, dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara masyarakat, pelajar, dan pemerintah desa, Indah Sawah Tebing kini bergerak dari sekedar hamparan lahan pertanian menuju destinasi wisata yang memiliki identitas, sistem, dan arah pengembangan yang jelas. Langkah ini bukan hanya tentang mengubah sawah menjadi tempat wisata, tetapi tentang membangun kesadaran bersama bahwa pertanian, hukum, dan pariwisata dapat berjalan berdampingan demi kesejahteraan desa yang berkelanjutan.

Oleh: Dira Fitriana dan Indriani (mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung)

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *