Edukasi Literasi Keuangan yang Inklusif dan Digitalisasi Payment untuk Usaha Mikro

by -2 Views

Bangka Selatan – Kerajinan Songkok Resam di Desa Sengir
Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital di Indonesia, pelaku usaha mikro kecil dan
menengah (UMKM) di pedesaan sering kali masih tertinggal jauh. Contoh nyata adalah pengrajin
songkok resam di Desa Sengir, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung. Kerajinan tangan berbahan daun resam ini bukan hanya sumber
penghasilan utama warga, tetapi juga identitas budaya Melayu Bangka yang patut dilestarikan.
Harga kopiah resam juga dipatok mulai dari Rp300.000 untuk songkok standar hingga jutaan
rupiah untuk edisi premium dengan motif rumit.
Sayangnya, tanpa dukungan literasi keuangan yang inklusif dan digitalisasi sistem pembayaran,
potensi besar ini terancam tergerus. Hutan resam semakin menyusut, akses pasar terbatas, dan
pengelolaan keuangan masih sangat tradisional. Jika dibiarkan, songkok resam bisa lenyap dari
peredaran—bukan karena kurang peminat, tetapi karena pengrajinnya kalah bersaing di era digital.
Literasi keuangan yang inklusif harus menjadi prioritas pertama. Mayoritas pengrajin di Desa
Sengir adalah perempuan dan lansia dengan latar belakang pendidikan terbatas. Mereka masih
mencatat pemasukan-pengeluaran di buku tulis, menyimpan uang tunai di rumah. Akibatnya,
mereka rentan terhadap inflasi, sulit mengakses kredit produktif, dan tidak memiliki tabungan
jangka panjang.
Padahal, dengan edukasi yang dirancang inklusif menggunakan bahasa sederhana, contoh seharihari, dan dilaksanakan langsung di desa mereka bisa belajar penganggaran dasar, menabung di
bank atau emas. Program ini harus menjangkau semua kelompok: perempuan, lansia, dan pemuda
sekaligus.
Kedua, digitalisasi sistem pembayaran adalah langkah revolusioner yang tidak bisa ditunda lagi.
Saat ini mayoritas transaksi songkok resam masih tunai atau transfer manual. Meski sudah ada
yang berjualan di Shopee dan Tokopedia, proses pembayarannya sering ribet dan membuat calon
pembeli dari luar daerah mengurungkan niat.
Padahal cukup dengan QRIS, segalanya menjadi jauh lebih mudah. Wisatawan yang berkunjung
ke Bangka tinggal scan, pembeli dari luar kota bisa langsung membayar pakai e-wallet favoritnya.
Transaksi terekam otomatis (berguna sebagai data pengajuan kredit), risiko kehilangan uang tunai

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *