Pangkalpinang, Bangka Times – Upaya meningkatkan produktivitas dan kemandirian usaha peternakan masyarakat terus dilakukan melalui penerapan teknologi tepat guna. Salah satunya melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan pada mitra Khulaifah Farm di Kota Pangkalpinang melalui penerapan Mesin Tetas Telur (Chicken Hatching Machine).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan yang dibiayai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisantek Republik Indonesia, bertujuan meningkatkan kapasitas mitra dalam mengembangkan usaha poultry farming, khususnya pada aspek teknologi produksi dan manajemen usaha. Program dilaksanakan melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan yang meliputi pengenalan penggunaan mesin tetas telur, manajemen produksi, serta pemeliharaan dan perawatan mesin.
Sebelum program dilaksanakan, proses penetasan yang dilakukan mitra masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan penguasaan teknologi dan belum optimalnya pengendalian proses produksi. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap konsistensi hasil penetasan dan produktivitas usaha.
Melalui kegiatan pelatihan, mitra Khulaifah Farm diberikan pemahaman mengenai prinsip kerja mesin tetas, pengaturan suhu dan kelembapan, pembalikan telur, seleksi telur fertil, sanitasi, pemantauan perkembangan embrio, hingga penanganan DOC setelah menetas.
Tim pelaksana juga memberikan praktik langsung agar mitra mampu mengoperasikan mesin secara mandiri. Pendekatan praktik dipilih agar transfer teknologi tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat diterapkan langsung dalam kegiatan produksi sehari-hari.
Selain aspek teknis, program juga memberikan perhatian terhadap penguatan manajemen produksi. Mitra diperkenalkan dengan sistem pencatatan sederhana yang mencakup jumlah telur yang ditetaskan, jumlah telur fertil, jumlah DOC yang dihasilkan, tingkat keberhasilan penetasan, serta biaya produksi. Pencatatan tersebut diharapkan dapat membantu mitra melakukan evaluasi dan mengambil keputusan usaha berdasarkan data.
Pemeliharaan dan perawatan mesin juga menjadi bagian penting dari kegiatan. Mitra diberikan pengetahuan mengenai pemeriksaan komponen mesin, kebersihan dan sanitasi, pengecekan sistem pemanas, ventilasi, sensor, mekanisme pembalikan telur, serta pemeriksaan kondisi mesin sebelum dan setelah digunakan.
Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat memberikan perubahan terhadap pola pengelolaan usaha Khulaifah Farm. Mesin tetas tidak hanya dipandang sebagai alat produksi, tetapi menjadi bagian dari sistem usaha yang harus dikelola secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, terjadi peningkatan kapasitas mitra dalam memahami teknologi penetasan dan manajemen produksi. Mitra juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengoperasikan serta melakukan perawatan mesin tetas dan mulai memahami pentingnya pencatatan produksi sebagai dasar evaluasi usaha.
Program ini diharapkan memberikan dampak yang lebih luas terhadap pengembangan ekonomi masyarakat. Peningkatan produksi bibit ayam lokal berpotensi memperkuat ketersediaan DOC bagi pelaku usaha peternakan di sekitar Kota Pangkalpinang. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mendukung terbentuknya rantai usaha peternakan lokal yang melibatkan pembibitan, pembesaran, penyediaan pakan, distribusi, hingga pemasaran.
Penerapan teknologi tepat guna di Khulaifah Farm juga menjadi contoh bahwa pengembangan usaha masyarakat dapat dilakukan melalui integrasi antara teknologi, peningkatan keterampilan, dan penguatan manajemen usaha. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, mitra diharapkan mampu mengembangkan kapasitas produksi secara bertahap dan meningkatkan daya saing usaha.
Kegiatan pemberdayaan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong penerapan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Transfer pengetahuan dan teknologi diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi mampu meningkatkan keberdayaan mitra serta menciptakan usaha poultry farming yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. (Red/**)







