Penutupan Turnamen Gaple Cheng Beng Cup, Udin: Gaple dapat Menumbuhkan Jiwa Sosial Bermasyarakat di Kota Pangkalpinang

by -63 Views
Sumber: Jurnalis Bangkatimes.com

Bangkatimes.com|Pangkalpinang – Wali Kota Pangkalpinang, Udin didampingi Susanti Saparudin selaku Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang dalam menghadiri undangan acara Penyerahan Hadiah Pemenang Turnamen Gaple “Cheng Beng Cup” Kota Pangkalpinang Tahun 2026 di D’Bistro Cafe Jl. A. Yani Pangkalpinang, Minggu (10/5/26).

Udin dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi atas turnamen gaple pada rangkaian cheng beng cup. Menurutnya, aturan gaple dapat menerapkan standar nasional secara utuh pada gelaran cheng beng cup selanjutnya. Selain itu, Pemkot Pangkalpinang memberikan keleluasaan dalam penyelenggaraan turnamen gaple di Kota Pangkalpinang.

“Alhamdulillah malam hari ini kita telah menyelesaikan turnamen gaple dalam salah satu rangkaian cheng beng cup. Pemkot Pangkalpinang mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada para peserta gaple yang turut memeriahkan dan para pemenang cheng beng cup yang telah berjuang semaksimal mungkin, serta beberapa waktu lalu juara orado tingkat nasional yang membawa nama Babel. Kita harap cheng beng cup tahun depan dapat terus dilaksanakan dengan aturan yang sudah diterapkan berdasarkan standar aturan nasional. Sehingga pada turnamen di tingkat nasional sudah terbiasa dengan aturan standarnya. Kami selaku Pemkot Pangkalpinang memberikan peluang yang seluas-luasnya di Kota Pangkalpinang,” tungkasnya.

Sumber: Jurnalis Bangkatimes.com

Udin menyoroti bahwa selain menjadi hiburan, permainan gaple tumbuh menjadi hobi bagi masyarakat Kota Pangkalpinang terutama ketersediaan sarananya yang simple serta dapat melatih konsentrasi dan berpikir. Udin juga melihat bahwa permainan gaple dapat menumbuhkan jiwa sosial dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Pangkalpinang.

“Saya melihat bahwa gaple selain menjadi hiburan juga menjadi hobi masyarakat. Bermain gaple tidak susah hanya bermodalkan meja, buah gaple, dan kopi hitam. Permainan simpel tidak seperti olahraga yang lainnya. Tetapi dibaliknya, ternyata bermain gaple membutuhkan konsentrasi dan berpikir yang cukup tinggi. Karena perlu membaca dan menghitung buah yang dimiliki lawan dan kawan, selain itu harus bisa bekerja sama. Dalam kehidupan bermasyarakat terutama di Kota Pangkalpinang, gaple telah tumbuh membangun jiwa sosial dengan antusias masyarakat berkumpul sembari menghidupkan poskamling dan bermain gaple lintas RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan,” imbuhnya.

Sumber: Jurnalis Bangkatimes.com

By: Veni

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *